STAI TBHSTAI TBH

Asatiza: Jurnal PendidikanAsatiza: Jurnal Pendidikan

Penelitian ini bertujuan untuk menyingkap nilai pendidikan toleransi yang terkandung dalam kegiatan baḥṡ al-masāil di pondok pesantren tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang berlokasi di pesantren Al-Anwar Rembang dan pesantren Al-Luqmaniyyah Yogyakarta, dengan objek penelitian para santri dari pesantren tersebut yang aktif mengikuti forum baḥṡ al-masāil. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat setidaknya empat nilai pendidikan toleransi dalam kegiatan baḥṡ al-masāil, yaitu saling menghormati pendapat orang lain yang ditunjukkan oleh para peserta baḥṡ al-masāil; tolong menolong antar sesama peserta dalam mencari tabīr terkait permasalahan yang sedang dibahas dari kitab rujukan; menjunjung tinggi perdamaian setelah keluar arena baḥṡul masāil yang sarat akan perselisihan; serta keadilan yang direalisasikan oleh moderator dalam memimpin jalannya forum baḥṡ al-masāil.

Baḥṡ al-masāil sejatinya merupakan suatu forum yang ditujukan untuk membahas dan memecahkan masalah secara komprehensif, sekaligus sebagai sarana untuk melatih para santri tentang cara mengungkapkan argumentasi ilmiahnya dalam suatu forum.Melalui kegiatan baḥṡ al-masāil, nilai-nilai toleransi dapat ditanamkan kepada santri, sehingga mereka mampu berinteraksi secara harmonis dalam masyarakat.Sikap saling menghormati, keadilan, tolong menolong, dan menjunjung tinggi perdamaian menjadi bekal penting bagi santri dalam menghadapi perbedaan dan membangun masyarakat yang toleran.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi bagaimana nilai-nilai toleransi yang diperoleh dari kegiatan baḥṡ al-masāil dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari santri setelah mereka lulus dari pesantren. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada perbandingan efektivitas metode baḥṡ al-masāil dengan metode pembelajaran lainnya dalam menanamkan nilai-nilai toleransi pada siswa. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana faktor-faktor sosial, budaya, dan ekonomi di lingkungan pesantren memengaruhi proses internalisasi nilai-nilai toleransi pada santri. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian selanjutnya dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran penting pesantren dalam membentuk karakter toleran dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang harmonis dan inklusif.

  1. Nilai-nilai Pendidikan Toleransi dalam Kegiatan Bahs Al-Masāil di Pesantren Tradisional | Asatiza: Jurnal... doi.org/10.46963/asatiza.v3i1.438Nilai nilai Pendidikan Toleransi dalam Kegiatan Bahs Al MasAil di Pesantren Tradisional Asatiza Jurnal doi 10 46963 asatiza v3i1 438
  2. DOI Name 10.46963 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 57z crossref email support... doi.org/10.46963DOI Name 10 46963 Values doi name values index type timestamp data hs serv 57z crossref email support doi 10 46963
  1. #pengumpulan data#pengumpulan data
  2. #faktor sosial budaya#faktor sosial budaya
Read online
File size397.62 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-36C
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test