LLDIKTI10LLDIKTI10

Curricula: Journal of Teaching and LearningCurricula: Journal of Teaching and Learning

Anak‑anak di sekolah menengah pertama sangat diuntungkan dengan mengikuti berbagai macam olahraga, terutama yang diperuntukkan bagi siswa perempuan. Banyak orang mencapai tingkat aktivitas fisik yang sehat, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk status gizi dan faktor makanan. Karena tubuh bergantung pada makanan tertentu sebagai sumber energi, konstruksi sel‑sel tubuh, produksi biokatalis, dan metabolisme makanan diperlukan untuk mengikuti tubuh. Penelitian ini berfokus pada pengalaman siswa putri SMP Kabupaten Kepulauan Meranti ketika mereka terlibat dalam proses memperoleh pengetahuan yang berhubungan dengan olahraga. Melalui penggunaan pendekatan penelitian korelasional, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dua variabel atau lebih. Dari hasil temuan diketahui bahwa tingkat aktivitas fisik yang dilakukan oleh sebagian mahasiswi di lembaga ini masih kurang atau kurang baik. Hal ini sebagian besar terlihat dari penampilan dan sikap mereka, khususnya dalam mengikuti dan mengerjakan materi pembelajaran asesor kesehatan, dimana terlihat bahwa siswi malas dalam melakukan kegiatan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak menangani dismenorea dapat berakibat fatal, termasuk peningkatan risiko kematian dan infertilitas.Selain itu, status gizi yang buruk menurunkan motivasi siswi untuk berpartisipasi dalam olahraga, memperparah masalah kesehatan reproduksi.Faktor kurangnya fasilitas pendidikan serta kesadaran terbatas tentang dismenorea juga menimbulkan konflik emosional, ketegangan, dan kecemasan pada remaja.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki secara longitudinal bagaimana perubahan status gizi selama masa pubertas memengaruhi tingkat keparahan dismenorea pada siswi SMP, dengan mengumpulkan data gizi, hormon, dan intensitas nyeri setiap tiga bulan selama dua tahun. Selain itu, studi eksperimental dapat menguji efektivitas program intervensi olahraga terstruktur, misalnya latihan aerobik ringan tiga kali seminggu, terhadap peningkatan toleransi nyeri dan kualitas hidup siswi yang mengalami dismenorea, dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak menerima intervensi. Terakhir, penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi persepsi guru, orang tua, dan tenaga kesehatan sekolah mengenai hambatan dan motivator partisipasi olahraga siswi, serta bagaimana faktor sosial‑ekonomi dan fasilitas sekolah memengaruhi kesadaran serta penanganan dismenorea, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan pendidikan jasmani yang lebih inklusif.

  1. #kebijakan pendidikan#kebijakan pendidikan
  2. #pendidikan jasmani#pendidikan jasmani
Read online
File size467.49 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2hG
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test