STIKMKSSTIKMKS

Jurnal MitrasehatJurnal Mitrasehat

Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti dengan melihat kondisi kunjungan pasien yang setiap bulan tidak stabil dan banyaknya keluhan dari pasien seputar pelayanan kesehatan yang diberikan dan berdasarkan data awal 6 bulan terakhir di Puskesmas Palakka Kabupaten Barru Tahun 2017 jumlah kunjungan sebanyak 100 jiwa, selain itu rasio antara para medis dengan jumlah peserta BPJS yang mendaftar di wilayah kerja Puskesmas Palakka tidak sebanding, yang menunjukkan sebanyak 2 dokter umum, 10 perawat, perawat gigi, apotik 3, loket 2 jumlah tempat tidur 8, penelitan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien peserta BPJS di Puskesmas Palakka. Jenis penelitian yang digunakan yaitu survei analitik dengan pendekatan cross‑sectional study, sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 orang. Hasil uji chi‑square menunjukkan tidak ada hubungan antara kehandalan dengan kepuasan pasien (p=0,716>0,05), ada hubungan antara daya tanggap dengan kepuasan pasien (p=0,004<0,05), ada hubungan antara tampilan fisik dengan kepuasan pasien (p=0,001<0,05), tidak ada hubungan antara jaminan dengan kepuasan pasien (p=0,156>0,05), tidak ada hubungan antara perhatian dengan kepuasan pasien (p=0,012>0,05).

Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kehandalan dan kepuasan pasien (p = 0,716 > 0,05).Sebaliknya, terdapat hubungan positif yang signifikan antara daya tanggap serta tampilan fisik dengan kepuasan pasien (p = 0,004 < 0,05 dan p = 0,001 < 0,05).Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara jaminan atau perhatian dengan kepuasan pasien (p = 0,156 > 0,05 dan p = 0,012 > 0,05).

Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana penerapan program pelatihan terstruktur bagi staf Puskesmas dalam meningkatkan responsivitas memengaruhi tingkat kepuasan pasien secara longitudinal, dengan mengukur perubahan persepsi sebelum dan sesudah intervensi serta menelusuri faktor-faktor penengahnya. Selain itu, studi komparatif antar beberapa Puskesmas di berbagai kecamatan Kabupaten Barru dapat menggali perbedaan dimensi kualitas pelayanan dan kepuasan pasien, sehingga dapat mengidentifikasi praktik terbaik serta hambatan kontekstual yang spesifik pada masing‑masing wilayah. Selanjutnya, pendekatan campuran yang menggabungkan pengukuran objektif seperti waktu tunggu real‑time dan penilaian infrastruktur fisik dengan survei persepsi dapat memperjelas korelasi antara kualitas layanan yang terukur dan kepuasan yang dirasakan, serta memberikan dasar bagi kebijakan peningkatan layanan berbasis bukti.

  1. #kualitas pelayanan#kualitas pelayanan
  2. #kepuasan pasien#kepuasan pasien
Read online
File size127.66 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-2aj
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test