UMNUMN

JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL HUMANIORAJURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL HUMANIORA

Di era neoliberal, precariat intelektual semakin marak terjadi. Tulisan ini mencoba melihat apa yang membuat para tenaga akademik ini menjadi kaum precariat, dan bagaimana cara menavigasikan kerentanan yang mereka miliki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan seperti apa sebenarnya kehidupan yang harus dijalani oleh para precariat pekerja akademik. Data dalam tulisan ini berasal dari temuan awal lapangan studi etnografi, dan didasarkan pada teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan wawancara sambil lalu. Untuk menjaga keamanan peneliti dan informan, penelitian ini menggunakan anonimitas ganda. Hasil temuan menunjukkan bahwa jenis SK yang dimiliki oleh para tenaga akademik sangat berpengaruh terhadap klaim akses mereka. Selain itu, gaji yang didapatkan juga rendah, dan fluktuatif sehingga berpengaruh terhadap kesejahteraan mereka. Cara bernavigasi dalam kehidupan pekerjaan dilakukan dengan side hustle. Institusi dan kebijakan dapat membantu mereka agar keluar dari kelas precariat, namun kedua hal tersebut juga dapat menjadi penyebab status precariat intelektual yang mereka jalani.

Prekariat merupakan kelompok yang rentan dalam kehidupan dan pekerjaannya.Universitas Negeri Yogyakarta, sebagai kampus besar di Indonesia, menyoroti masalah tenaga akademiknya.Citra dosen yang mapan dan kritis dipertanyakan dengan adanya.Status kepegawaian (SK) mempengaruhi status, akses, dan klaim.Usia, pengalaman, dan peraturan rekrutmen membatasi peluang karir.Dosen dan peneliti yang mengabdi harus tunduk pada peraturan yang kurang berpihak, dengan gaji yang tidak sesuai dengan beban kerja.Side hustle menjadi solusi untuk bertahan hidup, namun kebijakan institusi yang diharapkan tidak selalu ada.Universitas berubah menjadi perusahaan yang memberikan upah rendah dengan tanggung jawab besar.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas side hustle sebagai strategi adaptasi para tenaga akademik dalam menghadapi kondisi kerja yang tidak pasti, dengan fokus pada dampaknya terhadap keseimbangan hidup dan kualitas kinerja. Studi kuantitatif berskala lebih besar diperlukan untuk mengukur prevalensi dan karakteristik prekariat intelektual di berbagai universitas di Indonesia, serta mengidentifikasi faktor-faktor institusional dan kebijakan yang berkontribusi terhadap fenomena ini. Mengingat adanya indikasi diskriminasi gender dalam dunia akademik, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengalaman tenaga akademik perempuan dalam menghadapi kerentanan dan ketidaksetaraan, serta strategi yang mereka gunakan untuk mengatasi tantangan tersebut. Dengan memahami lebih dalam seluk beluk kehidupan tenaga kerja akademis yang rentan, kita dapat merumuskan rekomendasi kebijakan yang komprehensif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kepastian karir mereka.

  1. Platform Labor and In/Formality: Organization among Motorcycle Taxi Drivers in Bandung, Indonesia - Frey... anthrosource.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/awr.12187Platform Labor and In Formality Organization among Motorcycle Taxi Drivers in Bandung Indonesia Frey anthrosource onlinelibrary wiley doi 10 1111 awr 12187
  1. #batak toba#batak toba
  2. #ketidaksetaraan gender#ketidaksetaraan gender
Read online
File size368.14 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-28N
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test