169169

PanggungPanggung

Karya tari “Kampung yang Hilang diciptakan dengan pola garap tari kontemporer dengan pendekatan ekokultural dan partisipatori, untuk mengambil objek tentang anak-anak masyarakat Kampung Ciganitri, baik dikaji secara formal maupun material. Persoalan ini ditafsir kembali sehingga menjadi sebuah pengalaman empirik ekspresi kekinian. Pemilihan pola garap tari kontemporer dengan pemilihan sampling penari anak-anak sebagai media edukasi, di samping juga sebagai wadah bagaimana menuangkan emosi menjadi ekspresi untuk menyampaikan isu-isu kekinian. Mewujudkan proses penciptaan karya tari “Kampung yang Hilang dilakukan sebuah penelitian artistik, practice based research, serta metode pelatihan Literasi Tubuh Wajiwa untuk menggiring anak-anak Kampung Ciganitri ke ranah kreativitas tari kontemporer. Metode penciptaan mengaplikasikan metode Literasi Tubuh Wajiwa dan garap tari kontemporer membentuk sebuah jejaringan yang saling memperkuat, terjadinya konektivitas dalam mewujudkan nilai edukasi baik nilai intrinsik maupun nilai ekstrinsik untuk meningkatkan kecakapan potensi tubuh anak-anak. Hasil penciptaan ini diharapkan menjadi sebuah proses kreatif penciptaan karya tari “Kampung yang Hilang menjadi sebuah platform metode penciptaan tari kontemporer sebagai media baru dalam inovasi edukasi dan proses kreativitas penciptaan tari yang berbasis ekologi baik anak-anak maupun lingkungan alam sekitar.

Secara umum, permainan tradisional anak-anak kini banyak digantikan oleh permainan modern.Perubahan ini berdampak pada dunia anak-anak, didominasi oleh hal-hal baru dan tanpa disadari mengubah aktivitas dan sistem sosial.Karya tari ini diharapkan menjadi energi baru bagi Kampung Ciganitri, memperkaya khazanah, serta mewarnai dunia tari Indonesia dengan metode pelatihan dan penciptaan tari kontemporer berbasis anak-anak, pendekatan partisipatori dan ekokultural, yang menggiring anak-anak menjadi pribadi yang merdeka, cerdas raga, rasa, pikir, dan imajinasi.

Penelitian lanjutan dapat berfokus pada eksplorasi lebih mendalam tentang bagaimana metode literasi tubuh dapat diadaptasi untuk konteks urban yang berbeda, dengan mempertimbangkan tantangan spesifik yang dihadapi anak-anak di lingkungan tersebut. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis efektivitas metode partisipatori dalam menciptakan karya seni yang relevan secara sosial, dengan membandingkan karya tari yang dihasilkan melalui pendekatan ini dengan yang menggunakan metode konvensional. Kemudian, penelitian kuantitatif dan kualitatif perlu menguji bagaimana seni tari kontemporer dapat meningkatkan kemampuan adaptasi sosial dan emosional anak-anak di komunitas yang mengalami transisi sosio-ekonomi, memberikan wawasan lebih luas mengenai dampak jangka panjang dari partisipasi seni dalam perkembangan anak.

  1. #sosial emosional anak#sosial emosional anak
  2. #masyarakat tani#masyarakat tani
Read online
File size2.07 MB
Pages21
Short Linkhttps://juris.id/p-25i
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test