JIECRJIECR
Journal of Innovation in Educational and Cultural ResearchJournal of Innovation in Educational and Cultural ResearchPendidikan karakter perlu diintegrasikan secara memadai ke dalam proses pembelajaran di kelas. Salah satu metode pelaksanaan pendidikan karakter adalah dengan menggunakan media dan model pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan efek penerapan kualitatif buku folklore Lampung “Legenda Tulung Naga serta model Value Clarification Technique (VCT) dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Single Subject Rate (SSR) dengan desain A (baseline-1), B (intervensi-1), A (baseline-2), dan B (intervensi-2). Berdasarkan hasil penelitian, karakter siswa berkembang setelah penerapan model VCT dan buku folklore Lampung dalam pembelajaran. Perkembangan ini terlihat pada setiap tahapan penelitian pada tahap A (baseline-1), B (intervensi-1), A (baseline-2), dan B (intervensi-2). Berdasarkan observasi dan kuesioner, terdapat penguatan karakter religius, nasionalisme, kemandirian, kerjasama, dan integritas siswa setelah membaca buku folklore Lampung dan belajar dengan model VCT. Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan buku cerita yang dipadukan dengan model VCT meningkatkan pendidikan karakter. Penelitian ini menambah pengetahuan tentang penerapan model VCT dengan materi pembelajaran berupa buku cerita legenda untuk memperkuat nilai karakter siswa.
Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Buku Folklore “Legenda Tulung Naga yang dipadukan dengan model Value Clarification Technique (VCT) secara signifikan meningkatkan karakter siswa melalui tahapan baseline dan intervensi.Siswa menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari setelah membaca dan memahami nilai‑nilai karakter yang terkandung dalam buku tersebut, serta model VCT terbukti efektif dalam menyampaikan nilai tersebut.Secara keseluruhan, integrasi folklore dengan pendekatan VCT dapat menghasilkan modifikasi perilaku yang konstruktif dan bermanfaat, menjadikan metode pembelajaran berbasis cerita folklore sebagai strategi yang sangat efektif untuk pengembangan karakter siswa.
Penelitian selanjutnya dapat menguji bagaimana penggunaan versi digital interaktif buku folklore Lampung yang dipadukan dengan model Value Clarification Technique (VCT) mempengaruhi perkembangan karakter siswa dibandingkan dengan buku cetak tradisional; pertanyaan yang dapat dijawab adalah apakah media digital meningkatkan motivasi belajar dan memperkuat nilai‑nilai karakter secara lebih efektif. Selain itu, perlu diselidiki penerapan VCT bersama folklore pada kelompok usia yang lebih tinggi, seperti siswa kelas tujuh sampai sembilan, untuk mengetahui apakah efektivitas model ini tetap konsisten atau memerlukan penyesuaian pedagogis yang berbeda pada tahap perkembangan remaja. Selanjutnya, studi longitudinal dapat dilakukan untuk menilai keberlanjutan nilai karakter yang diperoleh setelah intervensi VCT‑folklore, dengan melakukan evaluasi kembali pada akhir tahun ajaran dan enam bulan setelahnya, guna memahami sejauh mana perubahan perilaku tetap terjaga dalam jangka panjang. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang adaptasi media, rentang usia, dan dampak jangka panjang dari pendekatan VCT‑folklore dalam pendidikan karakter. Dengan demikian, hasilnya dapat menjadi pedoman bagi pendidik dalam merancang kurikulum karakter yang lebih relevan dan inovatif.
- The implementation of balinese folflore-based civic education for strengthening character education |... un-pub.eu/ojs/index.php/cjes/article/view/5529The implementation of balinese folflore based civic education for strengthening character education un pub eu ojs index php cjes article view 5529
- 0. fuk djy ix eq pr wi 0h xi sw oz z1 7x uz doi.org/10.3389/fpsyg.2021.5975340 fuk djy ix eq pr wi 0h xi sw oz z1 7x uz doi 10 3389 fpsyg 2021 597534
- nata. nata need enable javascript run app doi.org/10.4085/1003256nata nata need enable javascript run app doi 10 4085 1003256
| File size | 507.94 KB |
| Pages | 12 |
| Short Link | https://juris.id/p-23T |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
STAI YPBWISTAI YPBWI Implementasi model pembelajaran diskusi di SMP Bilingual Terpadu Junwangi Krian Sidoarjo terbukti dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran.Implementasi model pembelajaran diskusi di SMP Bilingual Terpadu Junwangi Krian Sidoarjo terbukti dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran.
JOURNALTHAMRINJOURNALTHAMRIN Hasil pembelajaran peserta didik yang belum mencapai target pembelajaran, guru melakukan pembelajaran secara berulangan dengan menggunakan dua siklus yangHasil pembelajaran peserta didik yang belum mencapai target pembelajaran, guru melakukan pembelajaran secara berulangan dengan menggunakan dua siklus yang
JOURNALTHAMRINJOURNALTHAMRIN Berdasarkan hasil penelitian, model pembelajaran kooperatif tipe group investigation sangat berpengaruh terhadap hasil belajar pembelajaran ipa siswa kelasBerdasarkan hasil penelitian, model pembelajaran kooperatif tipe group investigation sangat berpengaruh terhadap hasil belajar pembelajaran ipa siswa kelas
JOURNALTHAMRINJOURNALTHAMRIN Gambaran kondisi aktual ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam menentukan penelitian lebih lanjut dan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitasGambaran kondisi aktual ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam menentukan penelitian lebih lanjut dan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas
JOURNALTHAMRINJOURNALTHAMRIN Dalam konteks manajemen pembiayaan pendidikan, aspek keuangan dan pembiayaan memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan pendidikan. Efektivitas danDalam konteks manajemen pembiayaan pendidikan, aspek keuangan dan pembiayaan memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan pendidikan. Efektivitas dan
JOURNALTHAMRINJOURNALTHAMRIN Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif, memanfaatkan observasi dan analisis mendalam terhadap data dari makalah yang diterbitkan diPenelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif, memanfaatkan observasi dan analisis mendalam terhadap data dari makalah yang diterbitkan di
JOURNALTHAMRINJOURNALTHAMRIN Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi manajerial kepala sekolah dengan kinerja guru dengan yang dibuktikanHasil penelitian ini menunjukkan: 1) terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi manajerial kepala sekolah dengan kinerja guru dengan yang dibuktikan
STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA Pertama, langkah-langkah penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran menulis teks eksposisi terdiri atas kegiatan pendahuluan,Pertama, langkah-langkah penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran menulis teks eksposisi terdiri atas kegiatan pendahuluan,
Useful /
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Empat jenis hubungan sosial (ketetanggaan, kekerabatan, pertemanan, dan kenalan baru) memediasi penggunaan fatis deuleu, dengan ketetanggaan menjadi yangEmpat jenis hubungan sosial (ketetanggaan, kekerabatan, pertemanan, dan kenalan baru) memediasi penggunaan fatis deuleu, dengan ketetanggaan menjadi yang
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Penelitian ini menganalisis secara deskriptif form yang digunakan oleh Nizar Qabbani dalam tiga puisi di dalam antologi puisinya yang berjudul “100 RisalahPenelitian ini menganalisis secara deskriptif form yang digunakan oleh Nizar Qabbani dalam tiga puisi di dalam antologi puisinya yang berjudul “100 Risalah
YLIIYLII Penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa penghindaran pajak dan kebijakan dividen, baik secara parsial maupun simultan, berpengaruh positif danPenelitian ini membuktikan secara empiris bahwa penghindaran pajak dan kebijakan dividen, baik secara parsial maupun simultan, berpengaruh positif dan
UNHIUNHI Faktor pendukungnya antara lain bimbingan guru sekolah Minggu, kegiatan vihara, kesadaran remaja dan lingkungan yang kondusif. Faktor penghambatnya adalahFaktor pendukungnya antara lain bimbingan guru sekolah Minggu, kegiatan vihara, kesadaran remaja dan lingkungan yang kondusif. Faktor penghambatnya adalah