TIGA MUTIARATIGA MUTIARA

Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin IndonesiaMutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia

Siswa dapat memahami dan menguasai materi pembelajaran apabila dalam proses pembelajaran menggunakan alat dan bahan yang disebut dengan media pembelajaran. Alat tersebut bisa berbentuk objek fisik, teknologi ataupun kombinasi dari dua hal tersebut yang dibuat bertujuan untuk mengkomunikasikan informasi secara efektif serta memberikan fasilitas pemahaman yang baik. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memaparkan tentang penggunaan PhET simulation sebagai media pembelajaran pada teori gelombang berjalan dan stasioner. Artikel ini menggunakan metodologi studi literatur. Tahapan-tahapan dalam menggunakan metode literatur yaitu mencakup mengamati, menganalisis, selanjutnya mengidentifikasi, kemudian memberikan interpretasi, dan yang terakhir berupa beberapa evaluasi penelitian yang telah dilakukan. Ada 25 artikel publikasi yang didapat dari berbagai sumber dalam negeri dianalisis dalam artikel ini. Artikel yang digunakan dilansir dari tahun 2018 sampai 2024. Dengan memakai simulasi PhET terasa semakin mudah dalam berpraktik dibandingkan dengan praktikum secara nyata, dikarenakan media visible memungkinkan pengguna untuk lebih aktif mempresentasikan mata pelajaran yang dikuasai, utamanya dalam materi gelombang berjalan dan stasioner. Dan dengan menggunakan media virtual PhET ini menjadikan siswa cenderung aktif dan sangat antusiasme dalam proses belajar dikarenakan tampilan dari media PhET tersebut sangat berbeda dengan media lain. Berdasarkan penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran materi gelombang stasioner dan gelombang berjalan dapat meningkatkan hasil dari pembelajaran dan meningkatkan kemampuan berfikir kritis.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran PhET sangat berguna dalam proses pembelajaran materi gelombang berjalan dan stasioner.Penggunaan PhET membuat siswa lebih mudah memahami konsep abstrak dan meningkatkan antusiasme belajar.Selain itu, PhET membantu siswa menguasai keterampilan proses sains dan meningkatkan hasil belajar serta kemampuan berpikir kritis.

Berdasarkan tinjauan literatur, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan modul pembelajaran PhET yang terintegrasi dengan asesmen formatif untuk memantau pemahaman siswa secara real-time. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif untuk mengukur efektivitas PhET dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional dan metode berbasis laboratorium fisik dalam konteks yang berbeda. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi potensi PhET dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan kreativitas siswa melalui tantangan dan proyek berbasis simulasi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi PhET di berbagai tingkatan pendidikan dan karakteristik siswa.

  1. #kemampuan membaca#kemampuan membaca
  2. #pembelajaran bahasa#pembelajaran bahasa
Read online
File size617.48 KB
Pages19
Short Linkhttps://juris.id/p-23k
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test