UNJANIUNJANI

Dinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan InternasionalDinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional

Penelitian ini menganalisis strategi Iran dalam mengatasi gangguan di sektor minyak akibat sanksi Amerika Serikat (AS) selama periode 2018–2020, yang bertepatan dengan penarikan AS dari Rencana Komprehensif Bersama (JCPOA). Iran memulai program nuklirnya pada tahun 1957 di bawah Atoms for Peace namun menangguhkannya pada tahun 1979 di bawah Ayatollah Khomeini. Pada tahun 2013, Iran melakukan negosiasi dengan P5 1, yang menghasilkan JCPOA tiga tahun kemudian. Namun, pada tahun 2018, Trump menarik AS dari JCPOA dan memberlakukan sanksi ekonomi melalui lima Perintah Eksekutif (EO) selama 2018-2020, menyebabkan gangguan di sektor minyak dan dampak negatif pada ekonomi negara. Iran merespons dengan memperkuat hubungan bilateral dan menggunakan pendekatan inovatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan deskriptif dengan sumber data sekunder seperti literatur dari buku, dokumen, jurnal, surat kabar, majalah, dan artikel online. Kerangka konseptual melibatkan sanksi ekonomi internasional dan keamanan ekonomi, yang mengungkapkan bahwa sanksi AS mencapai tujuan pembatasan (constraining) dan penyampaian pesan (signalling) tetapi gagal memaksa (coerce) Iran. Meskipun menghadapi tantangan ekonomi, Iran mempertahankan program nuklirnya, mencapai tujuan pembatasan dan penyampaian pesan, sambil melakukan diversifikasi ekspor dan mengadopsi strategi inovatif untuk melawan sanksi.

Sanksi ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran pada periode 2018–2020 menyebabkan gangguan signifikan pada sektor minyak dan perekonomian secara umum, ditandai dengan penurunan ekspor minyak, investasi asing, PDB, serta peningkatan inflasi.Iran merespons dengan diversifikasi ekspor, memperkuat hubungan bilateral terutama dengan negara-negara Asia, dan menerapkan strategi inovatif seperti diskon minyak.Meskipun sanksi berdampak buruk secara ekonomi, Amerika Serikat hanya berhasil mencapai fungsi pembatasan dan penyampaian pesan, namun gagal mengubah perilaku Iran yang terus melanggar perjanjian nuklir dan mengembangkan programnya.

Penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi efektivitas jangka panjang dari strategi diversifikasi ekspor Iran dan peran sektor non-minyak dalam membangun ketahanan ekonomi secara holistik. Selain itu, penting untuk melakukan studi komparatif mengenai respons negara-negara yang menghadapi sanksi serupa untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan adaptasi ekonomi, serta menganalisis dampak sosial dari sanksi ekonomi terhadap stabilitas domestik Iran secara mendalam. Pendekatan ini akan memberikan wawasan lebih komprehensif tentang dinamika keamanan ekonomi di bawah tekanan internasional dan mengembangkan kerangka teoretis yang lebih robust untuk memahami strategi bertahan negara-negara bersanksi.

  1. SANKSI UNI EROPA TERHADAP RUSIA ATAS PELANGGARAN TERITORIAL UKRAINA: PENDEKATAN MULTI-TUJUAN. sanksi... doi.org/10.36859/jdg.v8i01.1543SANKSI UNI EROPA TERHADAP RUSIA ATAS PELANGGARAN TERITORIAL UKRAINA PENDEKATAN MULTI TUJUAN sanksi doi 10 36859 jdg v8i01 1543
  2. Uncertainty over the Joint Comprehensive Plan of Action: Iran, the European Union and the United States... doi.org/10.13169/polipers.16.1.0023Uncertainty over the Joint Comprehensive Plan of Action Iran the European Union and the United States doi 10 13169 polipers 16 1 0023
  1. #ekonomi amerika serikat#ekonomi amerika serikat
  2. #bea cukai#bea cukai
Read online
File size1.14 MB
Pages22
Short Linkhttps://juris.id/p-20e
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test