TIGA MUTIARATIGA MUTIARA
Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin IndonesiaMutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin IndonesiaPerkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk cara individu berinteraksi dan mengakses informasi. Generasi muda, khususnya mahasiswa, menjadi kelompok yang paling terdampak oleh perubahan ini. Salah satu fenomena yang muncul seiring intensitas penggunaan media sosial adalah Fear of Missing Out (FoMO), yaitu perasaan cemas atau takut tertinggal dari tren, informasi, atau aktivitas sosial yang dilakukan oleh orang lain. Fenomena ini tidak hanya memengaruhi aspek psikologis, tetapi juga berimplikasi pada perilaku konsumtif mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh FoMO terhadap perilaku konsumtif mahasiswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memediasi atau memperkuat hubungan tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dari berbagai literatur terkini yang relevan dengan topik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO memiliki korelasi yang signifikan dengan peningkatan perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa, terutama dalam hal pembelian barang-barang yang bersifat simbolik dan menunjang citra diri di media sosial. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi hubungan antara FoMO dan perilaku konsumtif antara lain adalah tingkat digitalisasi, tekanan dari dinamika sosial seperti peer pressure, serta rendahnya kemampuan dalam pengelolaan kontrol diri. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa literasi keuangan berperan penting sebagai faktor protektif. Mahasiswa dengan tingkat literasi keuangan yang baik cenderung lebih mampu mengendalikan dorongan konsumtif yang dipicu oleh FoMO. Temuan ini memberikan kontribusi baru dalam memahami dampak psikologis dari media sosial terhadap perilaku ekonomi mahasiswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis mendalam mengenai keterkaitan FoMO dan perilaku konsumtif mahasiswa di era digital, serta identifikasi faktor-faktor mediasi yang relevan. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program edukasi literasi digital dan keuangan yang lebih adaptif terhadap tantangan era teknologi.
Fear of Missing Out (FoMO) memiliki dampak signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, mendorong pembelian impulsif dan penggunaan media sosial secara berlebihan meskipun tanpa kebutuhan nyata.Faktor-faktor seperti tingkat digitalisasi, dinamika sosial, dan pengendalian diri turut memengaruhi hubungan tersebut.Upaya mengurangi dampak negatif FoMO memerlukan penguatan literasi keuangan dan digital, dukungan sosial dari keluarga, serta pembentukan pola konsumsi yang sehat dan bertanggung jawab.
Pertama, perlu diteliti bagaimana platform media sosial yang berbeda, seperti TikTok, Instagram, dan YouTube Shorts, memengaruhi intensitas FoMO dan pola konsumsi impulsif mahasiswa, karena masing-masing platform memiliki cara penyajian konten yang unik dan bisa memicu dorongan konsumsi secara berbeda. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas program literasi keuangan berbasis aplikasi digital dalam mengurangi perilaku konsumtif yang dipicu FoMO, terutama jika dirancang dengan pendekatan interaktif dan personalisasi sesuai kondisi keuangan mahasiswa. Ketiga, perlu dieksplorasi peran keluarga dan lingkungan sosial terdekat dalam membentuk ketahanan psikologis mahasiswa terhadap tekanan sosial digital, termasuk sejauh mana komunikasi antaranggota keluarga dapat menekan rasa takut ketinggalan tren yang memicu pembelian tidak perlu. Penelitian lanjutan ini akan membantu merancang intervensi yang lebih holistik, tidak hanya fokus pada individu, tetapi juga pada ekosistem sosial dan teknologi di sekitar mahasiswa. Selain itu, pemahaman mendalam tentang perbedaan respons kelompok mahasiswa berdasarkan latar belakang budaya atau agama bisa memberi wawasan baru dalam penyusunan kebijakan edukasi. Hasil dari studi-studi ini dapat digunakan untuk menciptakan modul pelatihan yang terintegrasi antara keterampilan finansial, kesehatan mental, dan literasi digital. Pendekatan multidimensi seperti ini lebih relevan dengan kompleksitas tantangan di era digital saat ini. Dengan demikian, mahasiswa dapat dibekali bukan hanya pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis untuk menghadapi tekanan konsumtif secara bijak. Penelitian yang terarah dan kontekstual akan memperkuat fondasi kebijakan pendidikan tinggi dalam membentuk generasi muda yang kritis, mandiri, dan berkelanjutan secara finansial.
| File size | 533.58 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
PUBLINEPUBLINE Hal ini menunjukkan perlunya upaya edukasi yang lebih intensif kepada masyarakat. Selain itu, integrasi antara instrumen sosial dan komersial dalam ekonomiHal ini menunjukkan perlunya upaya edukasi yang lebih intensif kepada masyarakat. Selain itu, integrasi antara instrumen sosial dan komersial dalam ekonomi
IKIPWIDYADARMASURABAYAIKIPWIDYADARMASURABAYA Hal ini menegaskan bahwa meskipun digitalisasi transaksi memengaruhi perilaku konsumtif, masih terdapat variabel lain yang lebih dominan. Berdasarkan hasilHal ini menegaskan bahwa meskipun digitalisasi transaksi memengaruhi perilaku konsumtif, masih terdapat variabel lain yang lebih dominan. Berdasarkan hasil
JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION Metode tradisional seperti kuliah dan latihan sering kali kurang antusias untuk melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Dengan menggabungkanMetode tradisional seperti kuliah dan latihan sering kali kurang antusias untuk melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Dengan menggabungkan
JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION Berdasarkan pemaparan diatas maka dapat disimpulkan berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat yaitu. Proses penerapan pemberian reward and punishmentBerdasarkan pemaparan diatas maka dapat disimpulkan berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat yaitu. Proses penerapan pemberian reward and punishment
JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION Dengan manajemen yang responsif terhadap perubahan, lembaga pendidikan Islam dapat beradaptasi dengan cepat sambil tetap mempertahankan esensi pendidikanDengan manajemen yang responsif terhadap perubahan, lembaga pendidikan Islam dapat beradaptasi dengan cepat sambil tetap mempertahankan esensi pendidikan
JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION Rekomendasi untuk perbaikan termasuk peningkatan partisipasi orang tua, materi sosialisasi yang lebih baik, dan penyesuaian program untuk memenuhi kebutuhanRekomendasi untuk perbaikan termasuk peningkatan partisipasi orang tua, materi sosialisasi yang lebih baik, dan penyesuaian program untuk memenuhi kebutuhan
JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara mendalam, studi kasus, dan analisis data sekunder dari berbagai sumber, termasuk laporanMetode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara mendalam, studi kasus, dan analisis data sekunder dari berbagai sumber, termasuk laporan
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Institusi Wali Nanggroe (WN) merupakan lembaga independen yang tidak termasuk dalam cabang eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, serta berperan sebagaiInstitusi Wali Nanggroe (WN) merupakan lembaga independen yang tidak termasuk dalam cabang eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, serta berperan sebagai
Useful /
PUBLINEPUBLINE Artikel ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian produk halal di Indonesia, khususnya religiusitas, pengetahuan produk halal, persepsiArtikel ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian produk halal di Indonesia, khususnya religiusitas, pengetahuan produk halal, persepsi
UNDIKSHAUNDIKSHA Pendidikan kewirausahaan digital merupakan proses penting bagi wirausaha digital di era transformasi digital yang semakin masif. Guru merupakan salah satuPendidikan kewirausahaan digital merupakan proses penting bagi wirausaha digital di era transformasi digital yang semakin masif. Guru merupakan salah satu
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Metode yang digunakan adalah hukum normatif dan sosiologis dengan pendekatan kualitatif yang disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkanMetode yang digunakan adalah hukum normatif dan sosiologis dengan pendekatan kualitatif yang disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Kurikulum pendidikan Islam ideal menurut ketiga tokoh (al-Ghazali, Ibn Khaldun, dan al-Attas) menekankan integrasi ilmu tanpa dikotomi, dengan ruh agamaKurikulum pendidikan Islam ideal menurut ketiga tokoh (al-Ghazali, Ibn Khaldun, dan al-Attas) menekankan integrasi ilmu tanpa dikotomi, dengan ruh agama