UNTADUNTAD

Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal)Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal)

Teh (Camellia sinensis L.) telah diketahui memiliki aktivitas antibakteri yang sangat luas dipelajari terutama pada bakteri plankton, tanpa adanya penelitian yang dalam mengenai aktivitas biofilmnya. Sehingga, telah dilakukan penelitian mengenai uji pendahuluan aktivitas ekstrak teh hitam dan teh hijau dalam menghambat biofilm Streptococcus mutans. Daun teh hitam dan teh hijau masing-masing dimaserasi dengan metanol 70%. Nilai KHM dari sampel tersebut selanjutnya ditentukan melalui metode makrodilusi. Pembentukan dan penghambatan biofilm selanjutnya dilakukan melalui metode microtiter plate (menggunakan well 96 yang fleksibel dan flat bottom), dilanjutkan dengan pengamatan menggunakan microplate reader pada λ = 515 nm. Nilai KHM ekstrak teh hijau dan teh hitam diperoleh masing-masing pada konsentrasi 4 mg/ mL dan 6 mg/ mL. Hasilnya, ekstrak teh hitam dengan konsentrasi 8 dan 10 mg/ mL mampu menghambat biofilm S.mutans masing-masing sebesar 6% dan 12.5%. Sedangkan pada esktrak teh hijau konsentrasi 4 sampai 10 mg/ mL menghambat biofilm S.mutans masing-masing 24%; 45%; 48%, dan 53%. Sehingga, melalui metode microtiter plate dapat disimpulkan bahwa semua ekstrak teh memilki potensi besar sebagai antibiofilm S.mutans, dimana ekstrak hijau menunjukkan aktivitas yang lebih baik dibandingkan ekstrak teh hitam.

Ekstrak teh hijau dan teh hitam memiliki potensi sebagai anti-biofilm S.mutans yang dievaluasi dengan metode microtiter plate.Ekstrak teh hijau menunjukkan aktivitas penghambatan biofilm yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak teh hitam pada konsentrasi yang sama.Penelitian ini mengindikasikan bahwa ekstrak teh, terutama teh hijau, dapat menjadi kandidat potensial untuk pengembangan agen antibiofilm terhadap S.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa spesifik dalam ekstrak teh hijau yang bertanggung jawab atas aktivitas antibiofilmnya, sehingga dapat dilakukan isolasi dan karakterisasi senyawa tersebut. Studi in vivo pada model hewan atau manusia diperlukan untuk menguji efektivitas dan keamanan ekstrak teh hijau sebagai agen antibiofilm dalam mencegah pembentukan plak gigi dan karies. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada kombinasi ekstrak teh hijau dengan antibiotik konvensional untuk meningkatkan efektivitas pengobatan infeksi bakteri yang terkait dengan biofilm, serta mengurangi resistensi antibiotik. Pengembangan formulasi sediaan yang tepat, seperti obat kumur atau gel, yang mengandung ekstrak teh hijau juga perlu dipertimbangkan untuk memaksimalkan potensi terapinya.

  1. #streptococcus mutans#streptococcus mutans
  2. #asam lemak#asam lemak
Read online
File size332.7 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-1Zh
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test