POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS
Journal of Nursing and HealthJournal of Nursing and HealthHiperkolesterolemia adalah kondisi dimana kadar kolesterol dalam darah meningkat di atas batas normal sehingga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung coroner, pankreatitis, diabetes mellitus, gangguan tiroid, penyakit hepar dan penyakit ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah naga merah dan edukasi terhadap kadar kolesterol pada Bidan dengan pre-hiperkolesterolemia. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimental dengan desain pre-post group. Subyek adalah Bidan dengan pre-hiperkolesterolemia dengan kadar kolesterol 200-240 mg/dl, dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol dan 3 kelompok lainnya diberikan perlakuan yang berbeda. Dosis yang diberikan 150 gr/hr selama 14 hari. Pengukuran kadar kolesterol dilakukan dengan alat easy touch. Darah diambil sehari sebelum intervensi dan pada hari ke-15 setelah intervensi. Jumlah sampel sebanyak 20 orang. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk. Analisis statistik menggunakan One Way Anova dan Duncan. Rata-rata kadar kolesterol sebelum sebesar 228,80 mg/dl, sesudah 193 dan penurunan sebesar 35,8 mg/dl pada kelompok jus buah naga dan edukasi. Kadar kolesterol sebelum sebesar 212 mg/dl, sesudah 199,4 dan penurunan sebesar 12,6 mg/dl pada kelompok jus buah naga merah. Kadar kolesterol sebelum sebesar 213 mg/dl, sesudah 206,6 dan penurunan sebesar 6,4 mg/dl pada kelompok edukasi. Kadar kolesterol sebelum sebesar 219,80 mg/dl, sesudah 214,6 penurunan sebesar 5,2 mg/dl pada kelompok kontrol. Pada uji one way anova didapatkan nilai p-value 0,000 (p<0,05) sehingga Ho ditolak yang berarti ada perbedaan yang bermakna rata-rata kadar kolesterol antara tiap perlakuan. Ada pengaruh pemberian jus buah naga merah dan edukasi terhadap kadar kolesterol pada Bidan dengan pre-hiperkolesterolemia di Puskesmas Tanggulangin Sidoarjo.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jus buah naga merah dan edukasi secara signifikan menurunkan kadar kolesterol pada bidan dengan pre-hiperkolesterolemia.Pemberian jus buah naga merah saja juga menunjukkan penurunan kadar kolesterol yang signifikan, meskipun tidak setinggi kombinasi dengan edukasi.Edukasi saja juga memberikan efek penurunan kadar kolesterol, tetapi lebih kecil dibandingkan kedua perlakuan lainnya.
Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas jus buah naga merah dengan intervensi lain seperti olahraga atau modifikasi diet lainnya. Selanjutnya, studi perlu dilakukan untuk mengidentifikasi mekanisme biologis spesifik yang mendasari efek penurunan kolesterol dari buah naga merah, termasuk pengaruhnya terhadap metabolisme lipid dan sistem antioksidan tubuh. Terakhir, penelitian longitudinal diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari konsumsi jus buah naga merah dan edukasi terhadap profil lipid dan risiko penyakit kardiovaskular pada kelompok bidan dengan pre-hiperkolesterolemia. Studi ini juga dapat diperluas dengan melibatkan partisipan dari berbagai kelompok usia dan jenis kelamin untuk melihat apakah ada perbedaan respons terhadap intervensi tersebut. Selain itu, eksplorasi variasi jenis buah naga (misalnya, buah naga putih) dan metode pengolahan jus (misalnya, dengan atau tanpa penambahan gula) dapat memberikan wawasan lebih lanjut mengenai potensi manfaat optimal dari buah naga dalam menjaga kesehatan jantung.
- Antioxidant activity and Vitamin C levels of Fruit Flesh and Dragon (Hylocereus costaricensis) Fruit... ejurnal.setiabudi.ac.id/ojs/index.php/biomedika/article/view/592Antioxidant activity and Vitamin C levels of Fruit Flesh and Dragon Hylocereus costaricensis Fruit ejurnal setiabudi ac ojs index php biomedika article view 592
- Clustering of Syntaxin-1A in Model Membranes Is Modulated by Phosphatidylinositol 4,5-Bisphosphate and... pubs.acs.org/doi/10.1021/bi9003217Clustering of Syntaxin 1A in Model Membranes Is Modulated by Phosphatidylinositol 4 5 Bisphosphate and pubs acs doi 10 1021 bi9003217
- Fruit and vegetable intake, fat intake, physical activity related to LDL/HDL ratio of adults | ARGIPA... doi.org/10.22236/Argipa.V4i1.3780Fruit and vegetable intake fat intake physical activity related to LDL HDL ratio of adults ARGIPA doi 10 22236 Argipa V4i1 3780
| File size | 258.47 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESEUBSTIKESEUB Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum intervensi, mayoritas responden mengalami kecemasan sedang (93%). Setelah intervensi,Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum intervensi, mayoritas responden mengalami kecemasan sedang (93%). Setelah intervensi,
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Dan kinerja yang sebagian besar termasuk dalam kategori baik yaitu 40 responden (90,9%) responden, dengan nilai p 0,023 < α = 0,05. Kesimpulan hasil penelitianDan kinerja yang sebagian besar termasuk dalam kategori baik yaitu 40 responden (90,9%) responden, dengan nilai p 0,023 < α = 0,05. Kesimpulan hasil penelitian
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Jus buah diberikan pada siang atau malam hari selama lima hari sebagai bagian dari rancangan Pra-Eksperimen penelitian ini menggunakan rancangan One GroupJus buah diberikan pada siang atau malam hari selama lima hari sebagai bagian dari rancangan Pra-Eksperimen penelitian ini menggunakan rancangan One Group
UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stimulasi puting terhadap frekuensi kontraksi uterus pada ibu hamil cukup bulan menggunakan pendekatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stimulasi puting terhadap frekuensi kontraksi uterus pada ibu hamil cukup bulan menggunakan pendekatan
THAMRINTHAMRIN Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah limbah cair tahu dapat digunakan sebagai media alternatif pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Penelitian yangPenelitian ini bertujuan mengetahui apakah limbah cair tahu dapat digunakan sebagai media alternatif pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Penelitian yang
THAMRINTHAMRIN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Cross Sectional. Sampel yang digunakan adalah teknik Simple random sampling sebanyak 68 ibuPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Cross Sectional. Sampel yang digunakan adalah teknik Simple random sampling sebanyak 68 ibu
THAMRINTHAMRIN Penelitian kuantitatif dengan pendekatan Pre-experimental design menggunakan rancangan Intact-Group Comparison dilakukan pada 120 ibu inpartu kala I fasePenelitian kuantitatif dengan pendekatan Pre-experimental design menggunakan rancangan Intact-Group Comparison dilakukan pada 120 ibu inpartu kala I fase
PHPMARCHIVEPHPMARCHIVE Mereka mengalami trauma dari teknik pemijatan serupa. Penyedia layanan mengeluhkan ketiadaan dukungan pemerintah dalam bentuk peraturan daerah yang memungkinkanMereka mengalami trauma dari teknik pemijatan serupa. Penyedia layanan mengeluhkan ketiadaan dukungan pemerintah dalam bentuk peraturan daerah yang memungkinkan
Useful /
STIKESEUBSTIKESEUB Hasil tersebut menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan. Kesimpulan penelitian terdapat pengaruh edukasi reproduksi dalam meningkatkan pengetahuan dampakHasil tersebut menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan. Kesimpulan penelitian terdapat pengaruh edukasi reproduksi dalam meningkatkan pengetahuan dampak
BUMIGORABUMIGORA Proses ini tercermin dalam tiga dinamika utama. inisiasi sosial, mobilisasi sumber daya, dan formalisasi praktik, yang saling terkait dalam membentuk aktivitasProses ini tercermin dalam tiga dinamika utama. inisiasi sosial, mobilisasi sumber daya, dan formalisasi praktik, yang saling terkait dalam membentuk aktivitas
STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA Dengan menggunakan metode analisis ekivalen konvensional, peneliti menemukan bahwa dalam praktik penamaan diri di kalangan mahasiswa Generasi Z terdapatDengan menggunakan metode analisis ekivalen konvensional, peneliti menemukan bahwa dalam praktik penamaan diri di kalangan mahasiswa Generasi Z terdapat
PHPMARCHIVEPHPMARCHIVE Kesimpulan: Penyebab utama kehamilan tidak diinginkan pada remaja adalah kurangnya pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi serta rendahnya efikasiKesimpulan: Penyebab utama kehamilan tidak diinginkan pada remaja adalah kurangnya pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi serta rendahnya efikasi