POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH

NASUWAKES: Jurnal Kesehatan IlmiahNASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah

Hidup dan bertempat tinggal di daerah yang rentan terhadap bencana gempa dan tsunami, serta sebagai calon tenaga keperawatan yang akan memberikan pelayanan keperawatan pada masyarakat telah mendorong peneliti untuk menganalisis pengetahuan dan kesiapsiagaan mahasiswa Diploma III Keperawatan yang meliputi: rencana kesiapsiagaan, peringatan bencana, mobilisasi sumberdaya, kebijakan kesiapsiagaan bencana, dan rencana tanggap darurat. Studi Cross sectional ini dilakukan pada 443 orang mahasiswa Diploma III Keperawatan di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar dengan menggunakan instrumen penelitian berupa angket yang diadopsi dari LIPI-UNESCO/ISDR (2006). Analisis data penelitian menggunakan uji statistik korelasi dengan CI 95% dan α=0.05 melalui software komputer SPSS. Hasil penelitian diperoleh 62.9% mahasiswa Diploma III Keperawatan memiliki pengetahuan cukup baik dan 45.5% memiliki kesiapsiagaan pada kategori kurang siap. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan dengan rencana kesiapsiagaan (r=0,522), peringatan bencana (r=0,455), mobilisasi sumberdaya (r=0,579), kebijakan kesiapsiagaan bencana (r=0,519), dan rencana tanggap darurat (r=0,527) dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami pada mahasiswa Diploma III Keperawatan (p<0,05).

Semua aktivitas kesiapsiagaan bencana harus berlandaskan pengetahuan tentang bencana itu sendiri.Pengetahuan dan keterampilan perlu dibentuk secara terus menerus kepada calon tenaga keperawatan, khususnya di daerah rawan gempa dan tsunami.Implementasi kurikulum keperawatan bencana serta pelatihan simulasi (drill) harus diadopsi sebagai peneguhan kapasitas bagi tenaga keperawatan yang akan bertugas di zona bencana.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas modul pelatihan simulasi bencana berbasis pembelajaran masalah guna menambah pengetahuan dan keterampilan mahasiswa keperawatan di lingkungan rawan gempa. Kajian longitudinal dapat meneliti perubahan pengetahuan dan kesiapsiagaan mahasiswa setelah pelatihan semester berkelanjutan serta dampaknya pada kecakapan menghadapi situasi bencana di lapangan. Sebagai tambahan, studi komparatif dapat membandingkan tingkat kesiapsiagaan mahasiswa dari Aceh dengan daerah tidak rawan gempa untuk mengidentifikasi peran faktor sosial–ekonomi dan sumber daya pendidikan dalam membentuk kesiapsiagaan.

Read online
File size455.19 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test