UMPUMP
Proceedings Series on Social Sciences & HumanitiesProceedings Series on Social Sciences & HumanitiesPenelitian ini membahas perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa aglutinatif dengan ciri morfologis. Keberadaan afiks telah cukup kuat membentuk bahasa Indonesia dengan ciri aglutinatifnya. Tujuan penelitian ini adalah menyintesis beberapa pendapat pakar berdasarkan pandangan Blommaert tentang kebijakan bahasa dan identitas bahasa. Penelitian ini fokus pada penggunaan bahasa oleh netizen. Hasil penelitian merangkum perkembangan bahasa berdasarkan empat poin Blommaert: bahasa negara sebagai proses ideologis, sociolinguistic truism, rezim sociolinguistic memiliki definisi bahasa secara mandiri, dan adanya perbedaan antara language community dan speech community.
Penelitian ini membahas perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa aglutinatif dengan ciri morfologis.Keberadaan afiks telah cukup kuat membentuk bahasa Indonesia dengan ciri aglutinatifnya.Tujuan penelitian ini adalah menyintesis beberapa pendapat pakar berdasarkan pandangan Blommaert tentang kebijakan bahasa dan identitas bahasa.Penelitian ini fokus pada penggunaan bahasa oleh netizen.Hasil penelitian merangkum perkembangan bahasa berdasarkan empat poin Blommaert.bahasa negara sebagai proses ideologis, sociolinguistic truism, rezim sociolinguistic memiliki definisi bahasa secara mandiri, dan adanya perbedaan antara language community dan speech community.Di era VUCA, perkembangan bahasa Indonesia yang aglutinatif menjadi ketentuan masyarakat, bukan lagi hanya hasil kebijakan ideologis resmi, karena interaksi digital memperkuat peran pengguna dalam menentukan bentuk dan makna bahasa.Penelitian lanjutan bisa menggali bagaimana generasi muda di daerah terpencil menciptakan dan menyebarkan bentuk-bentuk baru bahasa aglutinatif melalui media sosial, apakah pola mereka mirip dengan urban seperti Jaksel atau justru mengembangkan varian unik.Selain itu, perlu diteliti bagaimana sistem pendidikan bahasa Indonesia merespons fenomena seperti nge- kata Inggris yang sudah menjadi rutin di kalangan pelajar, apakah mereka menganggapnya sebagai kesalahan atau bagian dari kekayaan bahasa.Terakhir, studi bisa membandingkan perkembangan aglutinatif di Indonesia dengan negara lain seperti Turki atau Jepang, untuk melihat apakah proses hibridisasi morfologis akibat digitalisasi memiliki pola universal atau sangat kontekstual, sehingga kita tidak hanya melihat perubahan bahasa sebagai kerusakan, tapi sebagai bentuk inovasi sosial yang sah dan perlu dipahami secara mendalam.Rezim sociolinguistik mendominasi definisi bahasa, sehingga perbedaan antara language community dan speech community menjadi jelas.yang pertama memegang kaidah, yang kedua menciptakan praktik bahasa baru berdasarkan kebutuhan sosial.Penelitian ini membahas perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa aglutinatif dengan ciri morfologis.Keberadaan afiks telah cukup kuat membentuk bahasa Indonesia dengan ciri aglutinatifnya.Tujuan penelitian ini adalah menyintesis beberapa pendapat pakar berdasarkan pandangan Blommaert tentang kebijakan bahasa dan identitas bahasa.Penelitian ini fokus pada penggunaan bahasa oleh netizen.Hasil penelitian merangkum perkembangan bahasa berdasarkan empat poin Blommaert.bahasa negara sebagai proses ideologis, sociolinguistic truism, rezim sociolinguistic memiliki definisi bahasa secara mandiri, dan adanya perbedaan antara language community dan speech community.
Penelitian lanjutan bisa menggali bagaimana generasi muda di daerah terpencil menciptakan dan menyebarkan bentuk-bentuk baru bahasa aglutinatif melalui media sosial, apakah pola mereka mirip dengan urban seperti Jaksel atau justru mengembangkan varian unik. Selain itu, perlu diteliti bagaimana sistem pendidikan bahasa Indonesia merespons fenomena seperti nge- kata Inggris yang sudah menjadi rutin di kalangan pelajar, apakah mereka menganggapnya sebagai kesalahan atau bagian dari kekayaan bahasa. Terakhir, studi bisa membandingkan perkembangan aglutinatif di Indonesia dengan negara lain seperti Turki atau Jepang, untuk melihat apakah proses hibridisasi morfologis akibat digitalisasi memiliki pola universal atau sangat kontekstual, sehingga kita tidak hanya melihat perubahan bahasa sebagai kerusakan, tapi sebagai bentuk inovasi sosial yang sah dan perlu dipahami secara mendalam.
| File size | 178.06 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
AKSARAGLOBALAKSARAGLOBAL Gaya bahasa yang digunakan mencerminkan suka, duka, perjuangan, serta visi yang terwujud dalam karyanya. Secara keseluruhan, karya-karya tersebut mencerminkanGaya bahasa yang digunakan mencerminkan suka, duka, perjuangan, serta visi yang terwujud dalam karyanya. Secara keseluruhan, karya-karya tersebut mencerminkan
STITMAKRIFATULILMISTITMAKRIFATULILMI Dalam penelitian ini menggunakan metode menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur sebagai metode penelitian dengan digunakannya berupa jurnalDalam penelitian ini menggunakan metode menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur sebagai metode penelitian dengan digunakannya berupa jurnal
UNMAUNMA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penetapan kadar flavonoid dari ekstrak daging buah asam jawa yang dimaserasi menggunakan etanol 96 %. PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penetapan kadar flavonoid dari ekstrak daging buah asam jawa yang dimaserasi menggunakan etanol 96 %. Penelitian
UTMUTM Dengan mengadopsi pendekatan ini, siswa dapat mengembangkan keterampilan bahasa secara efektif sambil meningkatkan kesadaran antarbudaya. Pendidikan multikulturalDengan mengadopsi pendekatan ini, siswa dapat mengembangkan keterampilan bahasa secara efektif sambil meningkatkan kesadaran antarbudaya. Pendidikan multikultural
LAAROIBALAAROIBA Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa kebijakan ganjil-genap yang diimplementasikan oleh Pemerintah Provinsi Jakarta merupakan kebijakanBerdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa kebijakan ganjil-genap yang diimplementasikan oleh Pemerintah Provinsi Jakarta merupakan kebijakan
LAAROIBALAAROIBA Selain itu, harga juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Lokasi pun berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasanSelain itu, harga juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Lokasi pun berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan
UNPANDUNPAND Di dalam penulisan ini menggunakan metode secara deskriptif kualitatif dimana dengan cara mengupulkan adanya suatu data sekunder yaitu berupa literaturDi dalam penulisan ini menggunakan metode secara deskriptif kualitatif dimana dengan cara mengupulkan adanya suatu data sekunder yaitu berupa literatur
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Tradisi upacara adat mandi kasai mempunyai dua makna. (a) kedua pengantin melepaskan masa remaja dalam arti kebebasan bergaul di antara bujang-dere (muda-mudi).Tradisi upacara adat mandi kasai mempunyai dua makna. (a) kedua pengantin melepaskan masa remaja dalam arti kebebasan bergaul di antara bujang-dere (muda-mudi).
Useful /
AKSARAGLOBALAKSARAGLOBAL (Tikar atau Alas Tidur artinya benda yang digunakan sebagai tempat untuk tidur atau alas ketika seseorang beristirahat atau tidur). (Kehormatan dan Harga(Tikar atau Alas Tidur artinya benda yang digunakan sebagai tempat untuk tidur atau alas ketika seseorang beristirahat atau tidur). (Kehormatan dan Harga
LAAROIBALAAROIBA Penjelasan hasil dan pembahasan ini menunjukkan bahwa PT Dana Syariah telah melanggar 1 ketentuan dalam pelaksanaan layanan pembiayaan berbasis teknologiPenjelasan hasil dan pembahasan ini menunjukkan bahwa PT Dana Syariah telah melanggar 1 ketentuan dalam pelaksanaan layanan pembiayaan berbasis teknologi
LAAROIBALAAROIBA Sedangkan literasi keuangan syariah memiliki nilai thitung 6,797 lebih besar dari ttabel 1,991 dengan signifikan 0,000 < 0,05 artinya literasi keuanganSedangkan literasi keuangan syariah memiliki nilai thitung 6,797 lebih besar dari ttabel 1,991 dengan signifikan 0,000 < 0,05 artinya literasi keuangan
SMUJOSMUJO mangga (-101,98 ± 1,32) lebih tinggi dibandingkan indometasin (-282,84 ± 7,41). Hasil ini menunjukkan potensi penggunaan C. mangga sebagai antiasma melaluimangga (-101,98 ± 1,32) lebih tinggi dibandingkan indometasin (-282,84 ± 7,41). Hasil ini menunjukkan potensi penggunaan C. mangga sebagai antiasma melalui