BIMABERILMUBIMABERILMU

DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan SosialDIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial

Dalam prosesi Boho Oi Mbaru, merupakan kebiasaan yang dilakukan masyarakat Bima sebelum melaksanakan akad nikah, khususnya bagi calon pengantin perempuan dan laki-laki. Dalam prosesi mandi, calon pengantin dilakukan di tempat tertutup dan hanya menggunakan sarung. Yang memulai Boho Oi Mbaru adalah ibu pengantin, yang biasanya membaca sholawat Nabi sebanyak tiga kali, kemudian menyiram air dari kepala hingga ujung kaki sebanyak tiga kali, setelah itu calon pengantin mandi sendiri hingga air habis. Tradisi ini dinyatakan layak dijadikan sumber belajar IPS karena mengandung nilai-nilai positif yang berkaitan dengan pembentukan karakter. Dengan demikian, tradisi Boho Oi Mbaru dapat mengatasi masalah pergeseran budaya atau hilangnya budaya Bima pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan: 1) Mendeskripsikan sejarah, makna, dan bentuk kearifan lokal tradisi Boho Oi Mbaru; 2) Mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal tradisi Boho Oi Mbaru sebagai sumber belajar IPS. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus atau studi lapangan.

Masyarakat Bima memiliki budaya unik, salah satunya tradisi Boho Oi Mbaru, yaitu upacara memandikan pengantin yang dilakukan oleh ina ruka dan disaksikan kaum ibu, berlangsung pada pagi hari pukul 09.Tradisi ini sesuai dengan tujuan pembelajaran IPS yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik dalam merenungkan nilai-nilai budaya asli Indonesia.Integrasi tradisi Boho Oi Mbaru dalam pembelajaran IPS mampu membentuk peserta didik sebagai warga negara yang menjunjung tinggi keharmonisan, kerukunan, saling tolong-menolong, dan menghargai perbedaan tanpa memandang ras atau suku, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari identitas nasional.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana cara mengembangkan modul pembelajaran IPS berbasis tradisi Boho Oi Mbaru yang dapat diadopsi oleh sekolah-sekolah di luar Bima, agar nilai-nilai kearifan lokal tidak hanya dipahami secara lokal tetapi juga menjadi bagian dari kurikulum nasional. Selain itu, perlu diteliti dampak jangka panjang dari integrasi tradisi ini terhadap pembentukan karakter siswa, misalnya dengan memantau perubahan sikap sosial, rasa cinta budaya, dan perilaku toleransi selama beberapa tahun setelah penerapan pembelajaran berbasis tradisi. Terakhir, penelitian bisa membandingkan efektivitas pembelajaran IPS berbasis Boho Oi Mbaru dengan pendekatan berbasis tradisi lokal lain di Indonesia, untuk mengidentifikasi elemen-elemen universal yang bisa dijadikan model pengintegrasian kearifan lokal dalam pendidikan nasional secara lebih sistematis dan berkelanjutan.

  1. DOI Name 10.26418 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix... doi.org/10.26418DOI Name 10 26418 Values name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix doi 10 26418
  2. DOI Name 10.30659 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix... doi.org/10.30659DOI Name 10 30659 Values name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix doi 10 30659
  1. #faktor budaya lokal#faktor budaya lokal
  2. #budaya lokal#budaya lokal
Read online
File size477.94 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-1U8
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test