DAARULHUDADAARULHUDA
Media Hukum Indonesia (MHI)Media Hukum Indonesia (MHI)Negara Kesatuan Republik Indonesia berlandaskan pada prinsip negara hukum, menjamin hak fundamental warga negara atas kepastian hukum yang adil. Dalam konteks hubungan industrial, jaminan ini diwujudkan melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, dengan asas Cepat, Tepat, Adil, dan Biaya Murah. Namun, lebih dari dua puluh tahun pasca implementasi, terdapat kesenjangan signifikan antara cita-cita normatif dan realitas prosedural, yang berpusat pada kelemahan hukum acara. Penelitian normatif berbasis studi kepustakaan dan pendekatan perundang-undangan ini meninjau secara mendalam kelemahan prosedural Undang-Undang tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem non-litigasi (Bipartit dan Mediasi) gagal berfungsi sebagai filter awal karena ketiadaan sanksi tegas atas itikad buruk dan sifat anjuran mediator yang hanya rekomendatif dan mudah diabaikan sesuai Pasal 13 pada Undang-Undang ini. Kegagalan ini menyebabkan penumpukan perkara di Pengadilan Hubungan Industrial dan melanggar asas Cepat dan Murah. Kelemahan krusial kedua terletak pada mekanisme eksekusi, di mana Pengadilan Hubungan Industrial tidak memiliki kewenangan mandiri dan harus bergantung pada prosedur Pengadilan Negeri sebagaimana diatur Pasal 57, yang menimbulkan proses eksekusi yang lambat, berbelit, dan rentan resistensi, sehingga putusan yang telah berkekuatan hukum tetap akan gagal memberikan kepastian hukum yang adil.
Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwa pada tahap penyelesaian non-litigasi dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial yang semula dirancang sebagai filter awal agar mewujudkan asas cepat, tepat, adil dan murah, justru dapat menjadi sumber utama meningkatnya beban perkara di Pengadilan Hubungan Industrial.Kewajiban ini tidak berjalan dengan efektif dikarenakan tidak adanya sanksi terhadap pihak yang menolak untuk berunding atau tidak beritikad baik, sehingga pada tahap ini hanya menjadi formalitas administratif saja tanpa menghasilkan penyelesaian yang baik.Dengan gagalnya proses Bipartit maka kondisi tersebut mendorong hampir seluruh perselisihan langsung ke tahap Tripartit melalui konsiliasi ataupun mediasi.Namun kelemahan juga ditemukan pada tahap Tipartit karena anjuran mediator hanya bersifat rekomendatif dan tidak mengikat sehingga sering diabaikan oleh pihak yang merasa diuntungkan karena ketidakpatuhannya.
Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif terhadap efektivitas sistem mediasi di berbagai negara yang memiliki sistem hukum serupa dengan Indonesia, untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadopsi dalam meningkatkan efektivitas mediasi di Indonesia. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis dampak penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam mempercepat proses litigasi di Pengadilan Hubungan Industrial, termasuk potensi penggunaan sistem peradilan elektronik dan platform mediasi online. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan pengalaman para pemangku kepentingan, seperti pekerja, pengusaha, mediator, dan hakim, terkait dengan kelemahan prosedural yang ada dan mencari solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan keadilan dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Pengembangan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam merumuskan kebijakan dan praktik yang lebih efektif dalam menyelesaikan perselisihan hubungan industrial di Indonesia, sehingga tercipta iklim kerja yang harmonis dan produktif.
- KRITIK TERHADAP SISTEM PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DI INDONESIA : STUDI UU NO 2 TAHUN... doi.org/10.54816/sj.v5i1.484KRITIK TERHADAP SISTEM PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DI INDONESIA STUDI UU NO 2 TAHUN doi 10 54816 sj v5i1 484
- Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Dengan Sistem Outsourcing Di Indonesia | Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM.... doi.org/10.20885/iustum.vol29.iss3.art9Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Dengan Sistem Outsourcing Di Indonesia Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM doi 10 20885 iustum vol29 iss3 art9
| File size | 298.41 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UNDARISUNDARIS Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa viral marketing secara signifikan mempengaruhi kepuasan pelanggan, namun tidak berdampak pada pembelian impulsif.meskipunHasil penelitian ini menunjukkan bahwa viral marketing secara signifikan mempengaruhi kepuasan pelanggan, namun tidak berdampak pada pembelian impulsif.meskipun
STAIHITKEDIRISTAIHITKEDIRI Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah Field research (penelitian lapangan) dan metode penelitian yang digunakan yaitu metode pendekatan kualitatif.Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah Field research (penelitian lapangan) dan metode penelitian yang digunakan yaitu metode pendekatan kualitatif.
UNSULBARUNSULBAR Kondisi habitat di ketiga stasiun Sungai Ummiding selama dua bulan penelitian fisik‑kimia berdasarkan hasil parameter perairan dan parameter biologisKondisi habitat di ketiga stasiun Sungai Ummiding selama dua bulan penelitian fisik‑kimia berdasarkan hasil parameter perairan dan parameter biologis
UNSULBARUNSULBAR Penelitian melibatkan 41 responden dari masyarakat sekitar pantai baluno. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisisPenelitian melibatkan 41 responden dari masyarakat sekitar pantai baluno. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis
IUSIUS Hal ini berimplikasi pada kebutuhan hakim untuk memahami hukum adat. Dari aspek struktur hukum, peran hakim, jaksa, dan aparat penegak hukum lainnya jugaHal ini berimplikasi pada kebutuhan hakim untuk memahami hukum adat. Dari aspek struktur hukum, peran hakim, jaksa, dan aparat penegak hukum lainnya juga
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh dosen anggota kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa, serta kepala Desa Pagersari. Masyarakat DesaKegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh dosen anggota kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa, serta kepala Desa Pagersari. Masyarakat Desa
LSPRLSPR Peran PR sekolah Yehonala dalam mempertahankan citra sebagai The Best Learning Place for Children terbatas pada peran teknisi komunikasi, yang terlihatPeran PR sekolah Yehonala dalam mempertahankan citra sebagai The Best Learning Place for Children terbatas pada peran teknisi komunikasi, yang terlihat
UNPARUNPAR Untuk meningkatkan efektivitas, PBB perlu mengoptimalkan mekanisme Rapidly Deployable Mission Headquarters, memperkuat sistem evaluasi operasional, danUntuk meningkatkan efektivitas, PBB perlu mengoptimalkan mekanisme Rapidly Deployable Mission Headquarters, memperkuat sistem evaluasi operasional, dan
Useful /
UTMUTM Pembuatan vlog berita diartikan sebagai gabungan antara teori dan praktek sebagai sebuah pembelajaran yang mampu mendesain, mengembangkan, dan memanfaatkanPembuatan vlog berita diartikan sebagai gabungan antara teori dan praktek sebagai sebuah pembelajaran yang mampu mendesain, mengembangkan, dan memanfaatkan
UYPUYP Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan pendekatan eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan danPenelitian dilakukan secara kuantitatif dengan pendekatan eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dan
UYPUYP Salah satu alternatif bahan tambahan yang dapat dimanfaatkan adalah kulit udang, yang merupakan limbah hasil pengolahan udang namun masih mengandung nilaiSalah satu alternatif bahan tambahan yang dapat dimanfaatkan adalah kulit udang, yang merupakan limbah hasil pengolahan udang namun masih mengandung nilai
UIGMUIGM Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Kemitraan ini memiliki tujuan pembinaan, pemberdayaan, dan pemanfaatan bahan alami pewarnaProgram Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Kemitraan ini memiliki tujuan pembinaan, pemberdayaan, dan pemanfaatan bahan alami pewarna