INSANINSAN

Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan IslamJurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam

Kegiatan pembelajaran Petualangan Kapal Mini dirancang untuk anak usia 5–6 tahun dengan tujuan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif melalui pendekatan STEAM. Selama lima hari, anak mengikuti rangkaian aktivitas yang meliputi eksperimen sains, mewarnai untuk seni, merakit kapal sebagai latihan teknologi dan rekayasa, serta mengikuti permainan balap kapal untuk mengamati gerak dan keseimbangan. Metode yang digunakan mencakup eksperimen, demonstrasi, diskusi, proyek sederhana, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak dapat memahami konsep mengapung dan tenggelam, mengekspresikan kreativitas dalam desain kapal, serta mampu bekerja sama saat membuat dan menguji kapal mereka. Selain itu, kegiatan balap kapal membantu anak menerapkan pemikiran matematika dasar terkait kecepatan dan posisi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kegiatan Petualangan Kapal Mini berbasis STEAM pada anak usia 5–6 tahun mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, dan sesuai tahap perkembangan anak usia dini.Melalui rangkaian aktivitas yang melibatkan sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika, anak memperlihatkan kemampuan dalam memahami konsep mengapung dan tenggelam, menunjukkan kreativitas dalam merancang dan menghias kapal, serta mengembangkan keterampilan problem-solving sederhana saat kapal tidak seimbang atau tidak mengapung.Observasi dan dokumentasi juga memperlihatkan bahwa anak lebih aktif, antusias, dan terlibat secara kolaboratif selama kegiatan berlangsung.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar guru PAUD dapat mengintegrasikan kegiatan berbasis STEAM secara lebih terencana dalam pembelajaran sehari-hari. Hal ini dapat dilakukan dengan menyediakan bahan-bahan yang aman dan mudah ditemukan agar anak dapat bereksplorasi secara bebas dan kreatif. Lebih lanjut, penelitian dapat diperluas dengan melibatkan lebih banyak kelas atau membandingkan hasil kegiatan dengan model pembelajaran lain untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif terkait efektivitas STEAM pada anak usia dini. Selain itu, penting untuk mengembangkan instrumen observasi yang lebih detail guna memperkuat evaluasi terhadap kemampuan STEAM anak. Penelitian lanjutan juga dapat berfokus pada bagaimana kegiatan STEAM dapat diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan individual anak, termasuk anak dengan kebutuhan khusus. Terakhir, studi lebih lanjut dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari pembelajaran STEAM terhadap minat dan pilihan karir anak di masa depan, serta bagaimana pendekatan ini dapat berkontribusi pada pengembangan keterampilan abad ke-21 yang relevan dengan tuntutan dunia kerja.

  1. #kesehatan mental#kesehatan mental
  2. #mental remaja#mental remaja
Read online
File size581.69 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-1TO
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test