UMPRUMPR

Anterior JurnalAnterior Jurnal

Desa Belanti Siam merupakan salah satu desa di Kec. Pandih Batu, Kab. Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, desa ini menjadi sasaran kebijakan program food estate oleh pemerintah pusat. Berdasarkan rancangan program kebijakan tersebut tercatat bahwa Desa Belanti memiliki potensi tanam padi sekitar 80% daripada desa di sekitarnya. Selain itu, di Desa Belanti juga memiliki banyak kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai basis jaringan pengaman (savety net) sekaligus kekuatan social (social power) para petani untuk meningkatkan produktifitasnya. Gotong royong sebagai nilai community engagement merupakan pendekatan yang digunakan dalam memahami pola pemberdayaan masyarakat desa sekaligus menjadi dasar kekuatan dalam mengelola dan memanfaatkan potensi pertaniannya ditengah keterbatasan ekonomi yang melanda mereka. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, sekaligus berupaya menginterpretasikan praktek sosial masyarakat tani di Desa Belanti Siam. Hasilnya, masyarakat Desa Belanti Siam merupakan masyarakat dengan nilai solidaritas dan soliditas yang kuat. Atas dasar itu masyarakat Desa Belanti Siam merencanakan dan mengimplementasikan pekerjaannya secara bersama. Dimulai dari membersihkan sawah, menanam benih padi, hingga memanen dilakukan secara gotong royong. Tidak sampai didisitu, mereka juga saling bahu membahu untuk memberdayakan masyarakat setempat yang tidak punya sawah untuk membantu masyarakat yang punya sawah lalu diberi upah. Modal sosial yang kuat dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mengimplementasikan program pemberdayaan masyarakat secara partisipatif sesuai dengan potensi alam yang mereka miliki.

Masyarakat Desa Belanti Siam memiliki nilai gotong royong yang kuat, menjadi dasar pemberdayaan masyarakat.Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pertanian secara kolektif meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.Kebijakan pembangunan perlu memperhatikan partisipasi masyarakat dan penguatan modal sosial untuk keberlanjutan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang gotong royong terhadap produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Selain itu, penelitian perlu mengkaji peran modal sosial dalam memperkuat kelembagaan kelompok tani. Terakhir, studi tentang efektivitas kebijakan pemerintah dalam mendukung inisiatif partisipatif masyarakat di wilayah agraris seperti Desa Belanti Siam.

  1. OSF. osf osf.io/e7cqkOSF osf osf io e7cqk
  2. Budaya Gotong Royong Masyarakat Dalam Perubahan Sosial Saat Ini | Effendi | Jurnal Pemikiran Sosiologi.... doi.org/10.22146/jps.v2i1.23403Budaya Gotong Royong Masyarakat Dalam Perubahan Sosial Saat Ini Effendi Jurnal Pemikiran Sosiologi doi 10 22146 jps v2i1 23403
Read online
File size299.36 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test