NEWINERANEWINERA

Journal La SocialeJournal La Sociale

Sepanjang citra puitis dan konstruksi imajiner diri, Yela mewujudkan sumber penyikapan yang menonjol dalam proses intelektual dan kreatif pemahaman yang menjadi objek persepsi. Dari permulaan yang naif hingga keseluruhan yang lebih kompleks dari konvensi representasi dan asosiasi pengalaman, Yela dalam bahasa Puular menjadi bahan struktural. Dengan demikian, konstituen imaji konservatif dan pengaruh dinamika kolonial membingkai variasi inovatif yang eksentrik yang menilai pembentukan realitas, memori, dan simbol. Oleh karena itu, domain Yela melalui tubuh budaya dan artistiknya, serta dalam esensialitas yang ada dari Gaandal dan Demngal, menyalip prinsip-prinsip linguistik dasar dan persepsi konvensional produktivitas kolonial. Efeknya, seni Yela melalui hubungan menyeluruh bahasa Puular dengan seluruh performa waktu dan ruang, menekankan pada re-appropriation kosmopolitan yang utuh dari imajinasi material dan realitas obyek intelek. Fondasi citra intelektual dan artistik, serta ekspresi imajiner, kecerdikan yang sesuai dari seni Yela, dan nasionalisme musik mengatur melampaui pemahaman yang koma. Oleh karena itu, komitmen artikel ini menekankan pertanyaan tentang temperamen efektif nilai imajinasi indigene Yela, dan pengalaman transformatifnya sehubungan dengan bahasa, reflektivitas sosiolinguistik dan ekologis, serta kemudian penekanannya pada kompas gaya kontemporer performa.

Seni oral Afrika tetap menjadi tingkat pengetahuan yang sangat tinggi dan karakteristik yang dalam proses sifat relatifnya, serta isi dan bentuk khususnya, meneliti dan mengaitkan skema bahasa dan sosiolinguistik secara positif.Dengan demikian, interaksi antara seni Yela dan masyarakat Fulbe di Sahel dan Savannah mengungkap profil linguistik spesifik dalam psikologi kognitif, metode stilistik, serta analisis wacana yang memberikan fakta pencerah untuk sistem sumber daya bahasa Puular.Selain itu, Yela melalui informasi genetik dan sikap psikro-afektifnya menghasilkan urutan item linguistik yang valid dalam kreativitas bahasa Fulbe.Pada tingkat ini, Yela menyoroti domain eksistensi dan pengalaman, mengungkap kompetensi kreativitas yang bernilai dalam performa.

Penelitian masa depan dapat mengeksplorasi bagaimana genre musik Yela beradaptasi dengan teknologi digital untuk melestarikan identitas budaya Fulbe di era globalisasi, dengan menganalisis apakah digitalisasi mempengaruhi keaslian nada dan lirik tradisional. Selanjutnya, studi bandingan antara Yela dan genre musik Afrika lainnya seperti Highlife atau Afrobeat bisa mengungkap proses fertilisasi lintas budaya lebih dalam, dengan fokus pada bagaimana persamaan dan perbedaan ritme mempengaruhi pembentukan identitas regional. Akhirnya, penyelidikan tentang dampak perubahan iklim terhadap ekosistem seni Yela di Sahel dan Savannah bisa menjadi arah studi baru, untuk menilai apakah variasi lingkungan geografis mengubah ekspresi sosiolinguistik dan ekologis dalam performa, sehingga memberikan wawasan lebih luas tentang kesinambungan budaya Afrika di tengah tantangan modern.

  1. The Effective Power of Music in Africa. effective power music africa doi.org/10.4236/ojpp.2015.53021The Effective Power of Music in Africa effective power music africa doi 10 4236 ojpp 2015 53021
  2. The Virtuosity of Traditional Africa and the Plasticity of Its Affects: The Cross-Cultural Fertilization... newinera.com/index.php/JournalLaSociale/article/view/657The Virtuosity of Traditional Africa and the Plasticity of Its Affects The Cross Cultural Fertilization newinera index php JournalLaSociale article view 657
  1. #identitas budaya#identitas budaya
  2. #power meter#power meter
Read online
File size575.72 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-1fA
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test