UNNESUNNES

Physics CommunicationPhysics Communication

Dampak pembelajaran online yang berlangsung selama dua tahun menyebabkan siswa menjadi kurang fokus dan malas dalam mengeksplorasi materi yang diberikan guru. Keterbatasan stimulasi dan peralatan laboratorium menjadi salah satu penyebab rendahnya kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan dan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dan kontrol berdasarkan gender melalui pembelajaran berbasis masalah kolaboratif. Metode penelitian adalah eksperimen semu dengan desain kelompok kontrol tidak setara. Perhitungan klasik kelompok eksperimen dan kontrol menunjukkan perbedaan tingkat signifikansi (2-tailed) 0,02 <0,05 dengan skor N-Gain 0,71 dan 0,59. Hasil uji perbedaan kelompok eksperimen berdasarkan gender (2-tailed) 0,00 <0,05 dengan skor N-Gain 0,66 dan 0,72. Hasil uji perbedaan kelompok kontrol berdasarkan gender menunjukkan tingkat signifikansi (2-tailed) 0,00 <0,05. Skor N-Gain kelompok kontrol berdasarkan gender adalah 0,47 dan 0,62. Model pembelajaran berbasis masalah kolaboratif mendorong pengembangan berpikir kritis, keterampilan pemecahan masalah, dan komunikasi. Siswa laki-laki memiliki kemampuan visuospatial yang penting dalam belajar matematika. Siswa perempuan memiliki area Broca yang volumetrik dan berfungsi untuk mengaktifkan keterampilan bahasa.

Model pembelajaran berbasis masalah kolaboratif efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.Terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol berdasarkan gender.Siswa laki-laki lebih unggul dalam implementasi rencana pemecahan masalah, sedangkan siswa perempuan lebih unggul dalam identifikasi dan diagnosa masalah.Keterbatasan waktu pada tahap investigasi model kolaboratif perlu diperhatikan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak manajemen waktu terhadap hasil pembelajaran berbasis masalah kolaboratif. 2. Penelitian dapat mengeksplorasi strategi khusus gender dalam model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan keterlibatan siswa. 3. Penelitian dapat mengevaluasi peran peralatan laboratorium dalam pengembangan kemampuan pemecahan masalah siswa, khususnya dalam topik suhu dan kalor. Saran-saran ini mengembangkan temuan penelitian sebelumnya dengan fokus pada faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas model pembelajaran kolaboratif berbasis masalah.

  1. Vol. 9 No. 2 (2022): MARCH | Jurnal Math-UMB.EDU. vol march jurnal math umb edu doi https mathumbedu... doi.org/10.36085/mathumbedu.v9i2Vol 9 No 2 2022 MARCH Jurnal Math UMB EDU vol march jurnal math umb edu doi https mathumbedu doi 10 36085 mathumbedu v9i2
  2. PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMKN 5 BENGKULU UTARA | Jurnal Math-UMB.EDU.... doi.org/10.36085/mathumbedu.v9i2.2947PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMKN 5 BENGKULU UTARA Jurnal Math UMB EDU doi 10 36085 mathumbedu v9i2 2947
Read online
File size290.05 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test