THEHIPKNEEJOURNALTHEHIPKNEEJOURNAL
The Hip and Knee JournalThe Hip and Knee JournalOsteoartritis (OA) adalah penyebab utama disabilitas muskuloskeletal di seluruh dunia. Insiden dan prevalensi OA meningkat seiring bertambahnya usia. Pengobatan untuk osteoartritis lutut kelas empat menurut klasifikasi Kellgren dan Lawrence adalah penggantian sendi lutut. Sekitar 10% pasien yang membutuhkan TKA memiliki deformitas valgus dan 15% di antaranya adalah deformitas berat. Pada deformitas tipe III (deformitas osseous berat) dengan lapisan jaringan lunak medial yang tidak kompeten, penanganan terbaik adalah dengan desain lutut total yang terkendali atau engsel, namun hal ini tidak selalu tersedia karena keterbatasan asuransi. Dalam kasus ini, kami memilih untuk mengatasi deformitas tipe III menggunakan desain lutut total yang tidak terkendali dan mencapai keseimbangan lutut dengan prosedur jaringan lunak (penguatan MCL). Melaporkan pasien perempuan Ny. S, berusia 61 tahun dengan nyeri dan deformitas valgus pada lutut kanannya. Jangkauan gerak pra-operatif adalah 5-100° dengan deformitas valgus tetap 30° pada lutut kanan. Kami melakukan artroplasti lutut total menggunakan implan non-kendali dengan prosedur jaringan lunak tambahan untuk mendapatkan keseimbangan ligamen dengan menggeser origin MCL dengan tulangnya (epikondil) secara superior dan anterior. Secara intra-operatif kami mampu mengoreksi deformitas valgus dan mencapai jangkauan gerak 5-90°. Artroplasti lutut total adalah prosedur yang mengandung dua langkah utama, pemotongan tulang dan penyeimbangan jaringan lunak. Pada lutut valgus, kekakuan ditemukan di sisi lateral dengan pelonggaran di sisi medial. Pada kondisi berat, ligamen kolateral medial mungkin tidak berfungsi. Pelepasan jaringan lunak selektif efektif untuk mencapai ROM dan aligmen yang baik tanpa memerlukan prostesis terkendali, yang membantu menangani pasien ketika implan terkendali tidak dapat diakses. Setelah 3 bulan pasca operatif, kami menemukan pasien mampu berdiri dan berjalan tanpa rasa sakit dan alat bantu dengan jangkauan gerak 0-80°, stabil, dan deformitas valgus terkoreksi.
Kami telah melakukan artroplasti lutut total pada deformitas valgus berat lutut osteoartritis menggunakan implan non-kendali, dan dengan penambahan penguatan MCL kami mencapai keseimbangan lutut.Tiga bulan pasca operatif, kami mengevaluasi bahwa deformitas valgus telah terkoreksi dengan ROM 0-80°, pasien merasa puas dengan hasilnya karena ia mampu melakukan aktivitas menahan beban tanpa rasa sakit.
Penelitian selanjutnya sangat penting untuk dilakukan guna mengembangkan temuan dari laporan kasus ini. Ada tiga arah utama yang bisa diteliti. Pertama, diperlukan sebuah studi komparatif yang sistematis untuk membandingkan berbagai teknik penyeimbangan jaringan lunak, seperti pelepasan struktur lateral dengan metode pie crust versus penguatan Ligamen Kolateral Medial (MCL) melalui pergeseran tulang, untuk melihat mana yang memberikan hasil fungsional dan kestabilan terbaik dalam jangka panjang. Kedua, karena data yang ada hanya menunjukkan hasil pasien setelah tiga bulan, sebuah penelitian kohor dengan periode follow-up yang lebih panjang, misalnya lima hingga sepuluh tahun, sangat krusial untuk membuktikan daya tahan implan non-kendali dan mencegah kegagalan prematur. Terakhir, perlu dikembangkan kriteria pasien yang lebih spesifik untuk menentukan siapa saja yang menjadi kandidat ideal untuk prosedur ini, termasuk mempelajari batasan anatomis dan tingkat keparahan deformitas yang masih bisa ditangani dengan sukses menggunakan metode ini, sehingga risiko kegagalan dapat diminimalkan.
| File size | 472.16 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
JOMPUJOMPU Pengujian program dilakukan oleh 2 (dua) validator yaitu ahli media dan Ahli Website. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan,Pengujian program dilakukan oleh 2 (dua) validator yaitu ahli media dan Ahli Website. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan,
JOMPUJOMPU Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkanPenelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Sebagian besar responden memiliki pendengaran terbaik pada telinga kanan (46,6%), dengan tipe gangguan terbanyak berupa tuli sensorineural sebesar 58,7%Sebagian besar responden memiliki pendengaran terbaik pada telinga kanan (46,6%), dengan tipe gangguan terbanyak berupa tuli sensorineural sebesar 58,7%
JOMPUJOMPU Selanjutnya dilakukan evaluasi produk skala besar dengan responden 25 orang siswa diperoleh rata-rata persentase 80,9% dengan kriteria “baik sekali.Selanjutnya dilakukan evaluasi produk skala besar dengan responden 25 orang siswa diperoleh rata-rata persentase 80,9% dengan kriteria “baik sekali.
JOMPUJOMPU Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dari 72 pada pretest menjadi 88 pada posttest, dengan nilai signifikansiHasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dari 72 pada pretest menjadi 88 pada posttest, dengan nilai signifikansi
JOMPUJOMPU Untuk memudahkan peneliti menggunakan random sampling yang terdiri dari 32 siswa. Mereka dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompokUntuk memudahkan peneliti menggunakan random sampling yang terdiri dari 32 siswa. Mereka dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok
DINIYAHDINIYAH Subjek penelitian adalah 15 anak di TK Bunaya, terdiri dari 10 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mediaSubjek penelitian adalah 15 anak di TK Bunaya, terdiri dari 10 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media
UNTAG SMDUNTAG SMD Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa bermain “lego dalam penelitian ini tidak dapat meningkatkan perkembanganBerdasarkan analisis data dan pembahasan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa bermain “lego dalam penelitian ini tidak dapat meningkatkan perkembangan
Useful /
BENGKULUINSTITUTEBENGKULUINSTITUTE Kesimpulan penelitian ini adalah kesulitan guru dalam melaksanakan pembelajaran kurikulum 2013 di SMP Negeri 051 Bengkulu Utara adalah pada penyusunanKesimpulan penelitian ini adalah kesulitan guru dalam melaksanakan pembelajaran kurikulum 2013 di SMP Negeri 051 Bengkulu Utara adalah pada penyusunan
KAWANADKAWANAD Sistem informasi reservasi tamu di SEI Hotel masih diproses secara manual, yang dapat menurunkan efisiensi layanan. Penerapan sistem informatika meningkatkanSistem informasi reservasi tamu di SEI Hotel masih diproses secara manual, yang dapat menurunkan efisiensi layanan. Penerapan sistem informatika meningkatkan
KAWANADKAWANAD Hasil akhir menunjukkan bahwa 84 mahasiswa memilih mata kuliah RPL dan 12 meminati mata kuliah KCV. Namun, prediksi ini tidak dapat dijamin akurat karenaHasil akhir menunjukkan bahwa 84 mahasiswa memilih mata kuliah RPL dan 12 meminati mata kuliah KCV. Namun, prediksi ini tidak dapat dijamin akurat karena
DINIYAHDINIYAH Motivasi memegang peranan sangat penting untuk pembelajaran anak usia dini. Motivasi dapat meningkatkan potensi pada suatu individu. Peran motivasi dalamMotivasi memegang peranan sangat penting untuk pembelajaran anak usia dini. Motivasi dapat meningkatkan potensi pada suatu individu. Peran motivasi dalam