UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI

Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan KemasyarakatanJurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan

Pandemi COVID-19 memunculkan berbagai persoalan teologis dan hukum Islam, terutama terkait pelaksanaan ibadah berjamaah serta penerapan kebijakan kesehatan publik di kalangan umat Islam. Meskipun hadis-hadis tentang wabah telah lama menjadi rujukan normatif dalam fikih Islam, interpretasi kontemporer dan implementasinya dalam fatwa serta praktik keagamaan di tingkat lokal masih belum banyak dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis fleksibilitas hadis-hadis Nabi Muhammad tentang wabah serta implementasinya dalam fatwa-fatwa kontemporer dan praktik keagamaan masyarakat Muslim di Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui analisis tematik terhadap hadis-hadis sahih, analisis komparatif terhadap fatwa lembaga keagamaan, serta wawancara kualitatif dengan ulama di Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang wabah memuat prinsip-prinsip universal penanggulangan epidemi, meliputi karantina wilayah, isolasi bagi yang terinfeksi, ikhtiar pengobatan, tawakkal, serta dimensi spiritual berupa keutamaan bagi mereka yang bersabar menghadapi wabah. Para ulama kontemporer menafsirkan prinsip-prinsip tersebut secara kontekstual tanpa mengubah landasan normatifnya. Studi kasus di Sumatera Utara juga memperlihatkan bahwa perbedaan implementasi fatwa dipengaruhi oleh pendekatan tekstualis dan maqāṣid al-syarīʿah serta dinamika sosial-keagamaan setempat. Penelitian ini menegaskan adaptabilitas nalar hukum Islam dalam merespons krisis kesehatan publik sekaligus berkontribusi pada pengembangan kerangka fikih pandemic yang lebih sistematis dan antisipatif.

Penelitian ini menunjukkan bahwa hadis tentang wabah memiliki fleksibilitas yang memungkinkan interpretasi kontekstual dalam menghadapi krisis kesehatan.Perbedaan implementasi fatwa dipengaruhi oleh pendekatan tekstualis dan maqāṣid al-syarīʿah.Studi kasus di Sumatera Utara menggarisbawahi pentingnya adaptasi nalar hukum Islam dalam merespons tantangan global.Rekomendasi untuk penelitian lanjutan mencakup analisis perbandingan regional, evaluasi dampak dinamika sosial, serta pengembangan kerangka fikih pandemic yang lebih inklusif.

1. Analisis perbandingan implementasi fatwa antar daerah untuk memahami dinamika lokal dalam merespons krisis kesehatan. 2. Penelitian tentang dampak perubahan sosial dan teknologi terhadap interpretasi hadis dalam konteks pandemi. 3. Pengembangan kerangka fikih pandemic yang mengintegrasikan prinsip maqāṣid al-syarīʿah dengan data epidemiologis modern untuk memperkuat respons kebijakan publik.

Read online
File size632.44 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test