UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI

Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan KemasyarakatanJurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan

Artikel ini mengkaji konsep cross-references yang diperkenalkan Munim Sirry dalam The Quran with Cross-References dalam kerangka intertekstualitas Al-Quran. Meskipun cross-references dipresentasikan sebagai pendekatan kontemporer dalam membaca Al-Quran, relasinya dengan konsep klasik munāsabah dan tafsīr al-Qurʾān bi al-Qurʾān (TQbQ) masih belum banyak dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis landasan konseptual, karakteristik metodologis, serta kekhasan pendekatan Sirry melalui perbandingan dengan kedua tradisi tafsir tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan desain komparatif-deskriptif yang menerapkan analisis isi kualitatif terhadap The Quran with Cross-References karya Munim Sirry, literatur klasik ʿulūm al-Qurʾān, dan kajian-kajian kontemporer yang relevan.

Cross-references yang dikembangkan Munim Sirry secara esensial merupakan pengembangan kontemporer dari prinsip klasik tafsīr al-Qurʾān bi al-Qurʾān, bukan metode baru.Sirry sendiri mengakui akar konsep ini dan menempatkan karyanya sebagai manifestasi dari cross-referentiality Al-Quran.kebaruan terletak pada penyajian, yaitu format marginal sistematis yang dapat diakses oleh pembaca awam.munāsabah berorientasi pada koherensi struktural mushaf melalui tujuh klasifikasi, TQbQ pada penjelasan satu ayat oleh ayat lainnya, dan cross-references pada peta sistematis yang diatur oleh empat kriteria pemilihan dan notasi pp serta a/b/c.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan metode cross-references pada surah-surah yang lebih kompleks seperti al-Baqarah atau Yusuf untuk menguji konsistensi metode secara menyeluruh. Selain itu, perlu dikembangkan kriteria pemilihan referensi silang yang lebih transparan dan sistematis, sehingga meminimalkan subjektivitas dalam proses penyusunan. Terakhir, studi banding antara metode cross-references dengan pendekatan klasik seperti munāsabah dapat dilakukan untuk memahami perbedaan dan kelebihan masing-masing dalam konteks hermeneutika kontemporer.

  1. Reconfiguring Qur'anic Intertextuality: Mun'im Sirry's Cross-References, Munāsabah, and... ejournal.uinbukittinggi.ac.id/fuaduna/article/view/11181Reconfiguring Quranic Intertextuality Munim Sirrys Cross References MunAsabah and ejournal uinbukittinggi ac fuaduna article view 11181
Read online
File size517.88 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test