UNTABUNTAB

Jurnal Ilmiah Sains Sosial, Kewirausahaan dan KebudayaanJurnal Ilmiah Sains Sosial, Kewirausahaan dan Kebudayaan

Percepatan teknologi digital telah secara fundamental menggeser lanskap pembayaran dari sistem konvensional ke sistem tanpa uang tunai. Studi ini bertujuan untuk menganalisis persepsi publik mengenai penggunaan Kode Respons Cepat Standar Indonesia (QRIS) di Denpasar, pusat ekonomi Bali. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat informan kunci yang mewakili kelompok usia produktif (18-35 tahun). Hasil yang dianalisis melalui lensa penyerapan, pemahaman, dan evaluasi, menunjukkan persepsi yang sangat positif terhadap adopsi QRIS. Informan mengaitkan QRIS dengan efisiensi transaksi, keamanan psikologis, dan kompatibilitas gaya hidup modern. Namun, hambatan teknis seperti stabilitas internet dan biaya tambahan yang dirasakan tetap menjadi tantangan yang signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan infrastruktur digital dan sosialisasi biaya yang transparan sangat penting untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi digital inklusif di perkotaan Bali.

Masyarakat Kota Denpasar memiliki persepsi yang sangat positif terhadap adopsi QRIS.Berdasarkan indikator penyerapan, pemahaman, dan penilaian, QRIS dinilai sebagai solusi pembayaran yang efisien, praktis, dan mendukung mobilitas ekonomi perkotaan.Faktor kemudahan penggunaan (perceived ease of use) mengungguli kekhawatiran terhadap risiko teknis.Denpasar telah menunjukkan kesiapan sebagai ekosistem digital, di mana masyarakatnya telah beralih dari sekadar mencoba menjadi pengguna aktif yang loyal.

Untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi digital inklusif di Bali, perlu dilakukan penguatan infrastruktur digital dan sosialisasi biaya yang transparan. Selain itu, perluasan edukasi bagi pedagang mikro juga penting agar seluruh lapisan ekonomi di Denpasar dapat merasakan manfaat ekonomi inklusif melalui sistem pembayaran nirkas. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada sektor informal/pedesaan (BUMDes) untuk memberikan ruang bagi penelitian yang lebih komprehensif mengenai adopsi QRIS di berbagai sektor ekonomi.

Read online
File size374.58 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test