UNTABUNTAB

Jurnal Ilmiah Sains Sosial, Kewirausahaan dan KebudayaanJurnal Ilmiah Sains Sosial, Kewirausahaan dan Kebudayaan

Di era kompetisi bisnis ritel yang dinamis, pengelolaan sumber daya manusia (SDM) melalui pengembangan karir menjadi katalisator utama dalam meningkatkan kinerja organisasi. Namun, entitas bisnis lokal sering kali menghadapi kendala dalam memetakan jenjang karir yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi pengembangan karir dan mengeksplorasi perspektif karyawan terhadap dampaknya pada capaian kinerja di CV. Wikowi Nged Singkep, Denpasar. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap lima informan kunci yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan adanya disparitas persepsi antara manajemen dan staf operasional. Di satu sisi, evaluasi kinerja berkala, pendampingan (mentoring), dan fleksibilitas manajerial terutama yang mengakomodasi kegiatan sosiokultural lokal terbukti efektif merawat motivasi dan loyalitas kerja. Namun di sisi lain, ketiadaan rute mobilitas karir vertikal yang jelas memicu perasaan stagnasi (career plateau) pada staf operasional tingkat bawah. Kesimpulannya, strategi pengembangan karir yang berjalan secara organik telah mampu menjaga ritme produktivitas, namun membutuhkan sistematisasi. Manajemen disarankan untuk merancang matriks karir berbasis rotasi jabatan (job rotation) atau perluasan tugas (job enlargement) guna memastikan keberlanjutan kinerja SDM yang kompetitif.

Strategi pengembangan karir pada entitas bisnis lokal Wikowi Nged Singkep diimplementasikan melalui pendekatan organik yang berfokus pada pelatihan rutin, mentoring, dan komunikasi interpersonal yang intensif berupa umpan balik kinerja.Meskipun pendekatan ini efektif dalam menjaga ritme produktivitas harian dan menurunkan tingkat absensi karyawan, pelaksanaannya belum terstruktur secara sistematis.Di satu sisi, evaluasi berkala dan fleksibilitas manajerial berhasil merawat motivasi dan loyalitas kerja.Di sisi lain, ketiadaan rute karir vertikal yang jelas bagi staf operasional lapisan bawah memicu perasaan stagnasi yang berpotensi menjadi demotivasi dalam jangka panjang.Oleh karena itu, disarankan bagi pihak manajemen untuk tidak hanya mengandalkan pelatihan fungsional, tetapi mulai merancang matriks pengembangan karir yang lebih terukur seperti rotasi jabatan (job rotation) atau perluasan tanggung jawab (job enlargement) yang diiringi penyesuaian kompensasi guna memastikan keberlanjutan kinerja prima di tengah kompetisi industri ritel.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak transformasi digital terhadap strategi pengembangan karir di UMKM lokal, seperti mengkaji peran teknologi dalam mempercepat mobilitas karir atau meningkatkan keterampilan digital karyawan. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi kebijakan pengembangan karir yang lebih inklusif, terutama dalam konteks kesetaraan gender, dengan membandingkan perbedaan persepsi antara karyawan laki-laki dan perempuan. Terakhir, penelitian juga dapat menggali keterkaitan antara nilai lokal dan budaya kerja dengan keberhasilan strategi pengembangan karir, misalnya dengan menganalisis bagaimana kebijakan fleksibel terhadap kegiatan sosiokultural memengaruhi loyalitas dan motivasi karyawan. Ketiga arah penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang faktor yang memengaruhi keberlanjutan pengembangan SDM di sektor ritel lokal.

Read online
File size390.38 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test