UNTABUNTAB

Jurnal Ilmiah Sains Sosial, Kewirausahaan dan KebudayaanJurnal Ilmiah Sains Sosial, Kewirausahaan dan Kebudayaan

Penelitian ini mengkaji praktik interaksi lintas agama antara komunitas Hindu dan Muslim di Desa Seraya–Bukit, Kabupaten Karangasem, dengan fokus pada partisipasi semeton Muslim dalam penghaturan persembahan di Pura Bhur Bwah Swah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan Jro Mangku I Made Kembar dan I Gusti Ayu Mas Sumatri, yang dilakukan pada 7 Januari 2026, serta dianalisis dalam perspektif teologi sosial dan moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghaturan persembahan oleh semeton Muslim pada bulan Safar bertepatan dengan purnama ketiga dimaknai sebagai ekspresi budaya-religius berupa rasa syukur, bukan sebagai praktik ibadah Islam. Praktik ini berlangsung dengan tetap menjaga batas-batas teologis dan menghormati ruang sakral Hindu, serta merepresentasikan nilai menyama braya sebagai dasar harmoni sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa moderasi beragama di Desa Seraya–Bukit hadir sebagai praksis sosial yang berakar pada kearifan lokal Bali dan didukung oleh kebijakan daerah, sehingga memungkinkan relasi lintas agama terjalin secara harmonis tanpa mengaburkan identitas keagamaan masing-masing.

Praktik interaksi Hindu–Muslim di Desa Seraya–Bukit mencerminkan moderasi beragama yang hidup dan kontekstual.Partisipasi semeton Muslim dalam penghaturan persembahan di Pura Bhur Bwah Swah tidak dimaknai sebagai praktik ibadah lintas agama, melainkan sebagai ekspresi budaya-religius berupa ungkapan syukur yang tetap menjaga batas-batas teologis masing-masing.Nilai menyama braya berperan sebagai fondasi etis yang memungkinkan terbangunnya relasi harmonis antara komunitas Hindu dan Muslim, di mana penghormatan terhadap adat, ruang sakral, dan sistem simbolik agama lain dijalankan secara sadar dan berimbang.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak kebijakan daerah terhadap dinamika moderasi beragama di wilayah lain dengan karakteristik budaya serupa. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran pendidikan dalam memperkuat nilai menyama braya sebagai basis harmoni antarumat beragama. Terakhir, studi tentang evolusi praktik interaksi lintas agama di era digital dapat memberikan wawasan baru tentang adaptasi kearifan lokal dalam konteks global.

Read online
File size345.89 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test