UNTABUNTAB

Jurnal Ilmiah Sains Sosial, Kewirausahaan dan KebudayaanJurnal Ilmiah Sains Sosial, Kewirausahaan dan Kebudayaan

Di tengah transformasi digital dan upaya pemulihan ekonomi inklusif di Bali, etika kerja aparatur pemerintah menjadi fondasi krusial dalam pelayanan publik. Penelitian ini mengevaluasi etika kerja pegawai di Kantor Camat Denpasar Barat sebagai ujung tombak birokrasi yang bersentuhan langsung dengan dinamika masyarakat perkotaan. Analisis ini bertujuan untuk memetakan kualitas etika kerja berdasarkan perspektif teoretis Utilitarisme dan Deontologi serta kaitannya dengan profesionalisme di era ekonomi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling terhadap 45 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup 12 indikator etika kerja dan dianalisis menggunakan teknik distribusi frekuensi serta analisis interval. Temuan menunjukkan bahwa etika kerja pegawai secara keseluruhan berada pada kategori Baik dengan skor akumulatif 2.316. Secara spesifik, indikator tanggung jawab, nilai kerja, dan kreativitas mencapai kategori Sangat Baik, mencerminkan internalisasi kewajiban moral yang kuat. Namun, indikator kemampuan menghadapi persoalan dengan pikiran jernih mendapatkan skor relatif paling rendah, yang menandakan perlunya penguatan manajemen stres bagi pegawai. Pegawai telah menunjukkan integritas yang solid dalam mendukung visi pembangunan di Bali.

Penelitian menyimpulkan bahwa etika kerja pegawai pada Kantor Camat Denpasar Barat berada pada kategori Baik.Indikator utama yang menjadi kekuatan organisasi adalah tanggung jawab dan nilai kerja kolektif.Pimpinan tetap mempertahankan iklim kerja yang mendukung kreativitas.Untuk indikator yang masih berada di kategori Baik, disarankan adanya program pelatihan komunikasi persuasif dan manajemen emosi agar pelayanan publik dapat meningkat menuju kategori Sangat Baik.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak program manajemen stres terhadap peningkatan etika kerja pegawai di lingkungan kerja yang bertekanan tinggi. Selain itu, studi tentang efektivitas pelatihan komunikasi persuasif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dapat menjadi arah baru. Selanjutnya, penelitian tentang peran manajemen emosi dalam memperkuat integritas dan kinerja pegawai di era digitalisasi juga diperlukan untuk mendukung visi pembangunan yang berkelanjutan.

Read online
File size361.57 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test