UNJAUNJA

Kajian Linguistik dan SastraKajian Linguistik dan Sastra

Ekranisasi adalah proses mengubah, mengadaptasi, atau mengangkat sebuah karya menjadi film, di mana dalam proses tersebut akan terjadi perubahan yang mencakup pengurangan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk ekranisasi yang ada dalam novel Algrafi karya Dwi Berliana serta film Algrafi karya Rully Manna dengan kajian Pamusuk Eneste. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Data penelitian adalah ekranisasi berupa penciutan, penambahan, dan perubahan variasi dengan sumber data novel dan film Algrafi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk ekranisasi dalam novel dan film mencakup tiga bentuk, yaitu penciutan, penambahan, dan perubahan variasi. Penciutan terjadi pada unsur alur, tokoh, dan latar. Penambahan juga ditemukan pada unsur alur, tokoh, dan latar. Sedangkan perubahan variasi terjadi pada unsur alur. Temuan lebih rinci dari proses ekranisasi tersebut antara lain: (1) penciutan pada alur sebanyak 29 data, tokoh sebanyak 13 data, dan latar sebanyak 13 data; (2) penambahan pada alur 16 data, tokoh 5 data, dan latar 5 data; (3) perubahan variasi pada alur sebanyak 3 data. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa proses ekranisasi dalam film Algrafi tidak sekadar memindahkan cerita dari novel ke dalam bentuk film, melainkan juga melakukan transformasi naratif untuk menyesuaikan dengan kebutuhan sinematik. Penciutan mencerminkan upaya penyederhanaan plot dan pengurangan detail yang dianggap kurang relevan dalam versi film. Penambahan berfungsi memperkuat aspek dramatik serta memperkaya visualisasi cerita. Sementara itu, perubahan variasi mencerminkan interpretasi kreatif sutradara terhadap karya sumber. Hal ini menunjukkan bahwa ekranisasi merupakan proses kreatif yang menghasilkan karya baru dengan perspektif naratif yang berbeda dari karya aslinya.

Berdasarkan analisis yang dilakukan menggunakan teori Eneste tentang ekranisasi, penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa bentuk perubahan dalam proses adaptasi novel Algrafi ke dalam film Algrafi.Tiga bentuk perubahan yang ditemukan adalah penciutan, penambahan, dan perubahan variasi pada alur, tokoh, dan latar cerita.Penciutan dalam film Algrafi mencakup 29 data penciutan alur, 15 data penciutan tokoh, dan 13 data penciutan latar.Penambahan dalam film Algrafi terdiri dari 16 data penambahan alur, 5 data penambahan tokoh, dan 5 data penambahan latar.Perubahan variasi dalam film Algrafi mencakup tiga data perubahan pada alur.Proses ekranisasi dalam film Algrafi mempertahankan dan memperkuat unsur-unsur intrinsik seperti tema, penokohan, cerita, gaya, dan amanat, meskipun disesuaikan dengan medium audiovisual.Secara keseluruhan, hasil dari adaptasi novel Algrafi ke dalam film Algrafi menghasilkan 86 data yang meliputi penciutan, penambahan, dan perubahan variasi.Semua perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan cerita agar lebih sesuai dengan medium film, tanpa mengubah arah dan pesan utama dari cerita tersebut.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan membandingkan ekranisasi novel Algrafi dengan karya sastra lainnya untuk melihat pola umum dalam transformasi naratif ke medium film. Selain itu, studi tentang dampak visualisasi dan dialog dalam film terhadap pemahaman audiens terhadap tema utama karya sumber juga relevan. Terakhir, penelitian bisa fokus pada peran sutradara dalam menginterpretasikan perubahan variasi cerita, khususnya dalam konteks budaya dan estetika sinematik.

Read online
File size386.23 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test