UINKHASUINKHAS

Critical Review of English-Arabic World JournalCritical Review of English-Arabic World Journal

Slang merupakan fitur linguistik penting dalam budaya populer Amerika. Dalam interaksi informal, slang sering kali lebih efektif daripada bahasa standar karena memungkinkan pembicara untuk menyampaikan keintiman, solidaritas, humor, dan identitas kelompok. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan karakteristik slang yang ditemukan dalam dialog film Monsters University (2013), yang disutradarai oleh Dan Scanlon, Dan Gerson, dan Robert L. Baird. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data adalah naskah film Monsters University (2013), sedangkan data terdiri dari slang yang muncul dalam dialog karakter. Proses analisis data melibatkan observasi, identifikasi, klasifikasi, deskripsi, dan kesimpulan. Analisis berdasarkan klasifikasi Andersson dan Trudgill (1990) tentang karakteristik slang, yaitu sintaks netral, situasi informal, bahasa lisan, dan kreativitas. Hasil menunjukkan bahwa 32 slang diidentifikasi dalam film. Item tersebut terdiri dari 9 kata atau frasa dikategorikan sebagai sintaks netral, 11 kata atau frasa dikategorikan sebagai situasi informal, 7 kata atau frasa dikategorikan sebagai bahasa lisan, dan 5 kata atau frasa dikategorikan sebagai bentuk kreatif. Temuan ini menunjukkan bahwa slang dalam dialog film animasi berkontribusi pada konstruksi interaksi alami, humor, dan orientasi remaja, sekaligus memperkuat karakterisasi dan identitas sosial pembicara.

Berdasarkan hasil dan diskusi, dapat disimpulkan bahwa slang yang ditemukan dalam Monsters University (2013) dapat diklasifikasikan ke dalam empat kategori karakteristik slang yang diproposiskan oleh Andersson dan Trudgill (1990).sintaks netral, situasi informal, bahasa lisan, dan bentuk kreatif.Total 32 slang diidentifikasi dalam dialog film.Temuan menunjukkan bahwa kategori situasi informal paling dominan, dengan 11 item atau 34% dari total data.Dominasi ini menunjukkan bahwa film sering menggunakan slang untuk merepresentasikan interaksi santai, persahabatan, dan keakraban kelompok.Kategori sintaks netral mencakup 9 item atau 28%, kategori bahasa lisan mencakup 7 item atau 21%, dan kategori kreatif mencakup 5 item atau 15%.Contoh seperti gonna, aint, dan hold on merepresentasikan sintaks netral, sedangkan buddy, fellas, dan sweetie adalah slang yang digunakan dalam situasi informal.Ekspresi seperti dig deep, creepy, dan wild man menunjukkan slang sebagai bahasa lisan, sementara squirt, big blue, dan couch cushions mengilustrasikan bentuk kreatif slang.Secara keseluruhan, penggunaan slang dalam Monsters University (2013) berkontribusi pada dialog alami, efek humor, dan karakterisasi.Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi terjemahan slang, penerimaan audiens, atau perbandingan slang dalam film animasi dan film layar lebar.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana slang dalam film animasi memengaruhi persepsi audiens dari berbagai kelompok usia. Selain itu, membandingkan penggunaan slang antara film animasi dan film layar lebar bisa menjadi arah studi menarik untuk memahami perbedaan konteks sosial dan budaya. Penelitian juga bisa fokus pada evolusi slang dalam media selama beberapa dekade, terutama di film-film yang menggambarkan generasi muda. Dengan mempelajari ini, peneliti dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang dinamika bahasa dan komunikasi dalam konteks budaya populer.

Read online
File size510.54 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test