WIDYADHARMAWIDYADHARMA
BLESSBLESSPenafsiran simultan adalah salah satu bentuk penafsiran yang paling sulit karena membutuhkan penerjemah untuk mengubah satu bahasa lisan menjadi bahasa lain secara real-time. Meskipun penting, mahasiswa sering kali kesulitan untuk memperoleh kemampuan ini, terutama mereka yang baru saja belajar dasar-dasar penafsiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki tantangan yang dihadapi mahasiswa saat berlatih penafsiran simultan. Informasi dikumpulkan dari mahasiswa semester enam di Departemen Bahasa dan Budaya Inggris Universitas Widya Dharma Pontianak. 26 mahasiswa dipilih untuk penelitian ini berdasarkan hasil praktik penafsiran simultan mereka. Selain itu, hasil data dijelaskan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Kuesioner, wawancara, dan tes dilakukan sebagai instrumen penelitian untuk mengumpulkan data. Hasil menunjukkan bahwa ketika datang ke penafsiran simultan bahasa Inggris-Indonesia, mahasiswa merasa lebih nyaman daripada ketika mereka melakukan penafsiran simultan bahasa Indonesia-Inggris. Selain itu, ada kesulitan tertentu saat melakukan penafsiran simultan. Mahasiswa menghadapi delapan tantangan saat berlatih penafsiran simultan. Ini termasuk kesulitan untuk mengikuti kecepatan pembicara, kekurangan kosa kata, harus menghadapi emosi saat penafsiran simultan, belum terbiasa melakukan penafsiran simultan, kehilangan fokus dalam proses penafsiran simultan, kurang latihan, kurang pengetahuan budaya dalam bahasa sumber dan target, dan memiliki alat yang tidak siap untuk penafsiran simultan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa penafsiran simultan bahasa Inggris-Indonesia lebih sulit dan membutuhkan lebih banyak upaya untuk menyampaikan pesan.Temuan juga menunjukkan betapa sulitnya penafsiran simultan dalam penafsiran bahasa Inggris-Indonesia bagi mahasiswa.Skor mereka menunjukkan bahwa hanya 8% dari mereka melakukan praktik penafsiran simultan dengan sangat baik dalam melakukan penafsiran bahasa Inggris-Indonesia.Namun, 12% dari mahasiswa menunjukkan keahlian yang luar biasa dalam penafsiran bahasa Inggris-Indonesia.Dengan perbedaan signifikan ini, ini menunjukkan bahwa mahasiswa menemukan penafsiran simultan dalam bahasa Inggris-Indonesia terlalu sulit bagi mereka.Ada beberapa alasan mengapa menerjemahkan antara bahasa Inggris dan Indonesia, dan sebaliknya, bisa sulit.Penelitian ini mengidentifikasi delapan kesulitan yang dihadapi mahasiswa saat berlatih penafsiran simultan dalam bahasa Inggris-Indonesia atau bahasa Indonesia-Inggris.Pertama, sulit bagi mahasiswa untuk mengikuti kecepatan pembicara dalam bahasa sumber.Meskipun pembicara berbicara dengan kecepatan normal dalam bahasa ibunya, mahasiswa merasa kecepatan masih cepat bagi mereka.Kedua, mahasiswa kekurangan kosa kata dalam bahasa sumber dan target.Ini terjadi karena mereka tidak dapat menemukan kata yang tepat untuk menyampaikan pesan dalam bahasa target.Selain itu, mahasiswa memiliki waktu terbatas untuk menemukan kata-kata segera setelahnya.
Untuk mengurangi tantangan yang terkait dengan penafsiran simultan, strategi efektif sangat penting. Kita dapat mulai dengan memperhatikan peningkatan keterampilan mendengarkan, melatih fokus, memperluas kosa kata, dan menjaga ketenangan untuk mengurangi stres saat menafsirkan. Untuk memahami lebih baik beberapa istilah, kebiasaan budaya, dan referensi yang digunakan dalam bahasa sumber dan target, kita juga perlu memperluas pengetahuan budaya kita. Selain semua strategi tersebut, hal terpenting adalah berlatih penafsiran simultan dalam jangka waktu yang lama sehingga kita dapat menilai kemajuan dan menjadi lebih baik.
| File size | 290.27 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
PELITABANGSAPELITABANGSA Hasil survei persepsi risiko dan paparan menunjukkan bahwa persentase tertinggi terdapat pada cukup (28,1%) yang merujuk pada jawaban mahasiswa terhadapHasil survei persepsi risiko dan paparan menunjukkan bahwa persentase tertinggi terdapat pada cukup (28,1%) yang merujuk pada jawaban mahasiswa terhadap
UMBUMB Analisis data tersebut membuktikan bahwa terdapat perbedaan siginifikan terhadap hasil belajar bahasa Arab siswa pada kelas ekperimen dan kelas kontrol.Analisis data tersebut membuktikan bahwa terdapat perbedaan siginifikan terhadap hasil belajar bahasa Arab siswa pada kelas ekperimen dan kelas kontrol.
UNARUNAR PS berskala 6 lalu pada hari ketiga skala nyari yang dirasakan Ny. PS turun menjadi skala 1. Dapat disimpulkan bahwa tehnik deep breathing dana roma terapiPS berskala 6 lalu pada hari ketiga skala nyari yang dirasakan Ny. PS turun menjadi skala 1. Dapat disimpulkan bahwa tehnik deep breathing dana roma terapi
UNUHAUNUHA Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dan wawancara. Instrumen tes yang digunakan adalah 6 tes esai. Teknik analisis data adalahTeknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dan wawancara. Instrumen tes yang digunakan adalah 6 tes esai. Teknik analisis data adalah
UNISUNIS Populasi penelitian ini adalah siswa kelas sebelas SMAN 12 Kabupaten Tangerang. Sampel diambil menggunakan total sampling. Jumlah sampel adalah 35 siswa.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas sebelas SMAN 12 Kabupaten Tangerang. Sampel diambil menggunakan total sampling. Jumlah sampel adalah 35 siswa.
UNISSULAUNISSULA Riset kualitatif ini menggunakan metode analisis dan studi kasus yang bersandar pada observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukanRiset kualitatif ini menggunakan metode analisis dan studi kasus yang bersandar pada observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan
JURNALBKJURNALBK Sampel yang dibutuhkan sebanyak 31 peserta adalah peserta yang bekerja di Satuan Pendidikan Menengah Pertama. Berdasarkan hasil data kualitatif dalam bentukSampel yang dibutuhkan sebanyak 31 peserta adalah peserta yang bekerja di Satuan Pendidikan Menengah Pertama. Berdasarkan hasil data kualitatif dalam bentuk
JQWHJQWH Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh pemberian jus umbi bit terhadap kenaikan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di BPM Miftah WahyudiBerdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh pemberian jus umbi bit terhadap kenaikan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di BPM Miftah Wahyudi
Useful /
WIDYADHARMAWIDYADHARMA balances action, reflection, and communication, creating an assertive narrative, while We Cant Be Friends (Wait for Your Love) emphasizes action and emotion.balances action, reflection, and communication, creating an assertive narrative, while We Cant Be Friends (Wait for Your Love) emphasizes action and emotion.
WIDYADHARMAWIDYADHARMA Siswa juga mendapatkan pemahaman tentang variasi linguistik dan budaya, yang membantu mereka mengembangkan teknik terjemahan yang peka budaya. Studi iniSiswa juga mendapatkan pemahaman tentang variasi linguistik dan budaya, yang membantu mereka mengembangkan teknik terjemahan yang peka budaya. Studi ini
UNISSULAUNISSULA 0,000 < α = 0,05) antara nilai pretest dan posttest setelah diberikan perlakuan model Group Investigation. Kesimpulannya, model Group Investigation berpengaruh0,000 < α = 0,05) antara nilai pretest dan posttest setelah diberikan perlakuan model Group Investigation. Kesimpulannya, model Group Investigation berpengaruh
UNIMALUNIMAL The concept of human security essentially emphasizes human freedom from fear. Through the concept of human security, this article seeks to explain howThe concept of human security essentially emphasizes human freedom from fear. Through the concept of human security, this article seeks to explain how