UmriUmri

EduTeach : Jurnal Edukasi dan Teknologi PembelajaranEduTeach : Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran

Motivasi kerja dalam komunitas Muslim kontemporer menampilkan paradoks yang kompleks, di mana orientasi nilai religius seringkali bertentangan dengan logika utilitarian yang mendominasi teori manajemen modern. Literatur manajemen Islam yang ada masih bersifat normatif-preskriptif tanpa menghasilkan konstruksi teori yang solid dan dapat diuji secara empiris. Kesenjangan teoretis ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan model motivasi kerja yang bersumber langsung dari sumber primer Islam dan memiliki relevansi praktis dalam konteks organisasi modern. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Motivasi Kerja Islami (MMKI) melalui integrasi metodologis antara al-tafsir al-maudhui (tafsir tematik) dengan systematic literature review, serta mengidentifikasi konvergensi dan divergensi konseptual dengan teori motivasi Barat. Penelitian ini mengadopsi desain systematic literature review yang diintegrasikan dengan metode al-tafsir al-maudhui. Proses kodifikasi menghasilkan 37 ayat Al-Quran dan 42 hadis sahih yang dianalisis melalui empat tahap: kodifikasi tekstual, analisis tematik menggunakan kerangka Braun dan Clarke, analisis komparatif dengan teori motivasi Barat, dan sintesis teoretis. Hasil analisis mengidentifikasi tiga kategori utama motivasi kerja Islami: (1) kerja sebagai respons terhadap panggilan ilahi yang berakar pada kesadaran muraqabah dan tahqiq al-khilafah; (2) kerja sebagai manifestasi amanah dan ihsan yang mencakup pilar kemandirian (iffah), profesionalisme (ihsan), dan komitmen jangka panjang (istiqamah); dan (3) ritme kehidupan yang diberkahi sebagai dimensi temporal yang mengintegrasikan sacred time dan profane time. Komparasi dengan Self-Determination Theory, Herzberg Two-Factor Theory, dan Maslows Hierarchy of Needs menunjukkan bahwa MMKI menawarkan ekspansi konseptual signifikan melalui penambahan dimensi transendensi spiritual, ihsan sebagai meta-motivator, dan reorientasi dari self-actualization menuju taqarrub ilallah. Model Motivasi Kerja Islami yang dikonstruksi melalui penelitian ini tidak hanya menawarkan kerangka teoretis yang memiliki kedalaman teologis dan ketepatan metodologis, tetapi juga memberikan alternatif paradigmatik yang mengintegrasikan dimensi psikologis, sosial, dan spiritual secara simultan. Model ini memiliki implikasi praktis bagi praktisi sumber daya manusia, pembuat kebijakan, dan pemimpin organisasi Islam dalam membangun budaya kerja autentik dan berkelanjutan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Al-Quran dan hadis menyediakan fondasi teoritis yang koheren dan komprehensif untuk memahami motivasi kerja dalam perspektif Islam.Melalui pendekatan tafsir tematik integratif, kajian ini mengidentifikasi empat pilar fundamental.niyyah (niat ikhlas), amanah (tanggung jawab), ihsan (kesempurnaan kerja), dan taawun (kolaborasi).Model Motivasi Kerja Islami (MMKI) yang dikembangkan tidak bersifat antagonistik terhadap teori motivasi Barat, tetapi memperluas cakupannya dengan menambahkan dimensi transendental dan relasional yang selama ini terabaikan dalam literatur manajemen konvensional.MMKI menawarkan kerangka teoretis yang memiliki kedalaman teologis dan ketepatan metodologis, serta memberikan alternatif paradigmatik yang mengintegrasikan dimensi psikologis, sosial, dan spiritual secara simultan.Model ini memiliki implikasi praktis bagi praktisi sumber daya manusia, pembuat kebijakan, dan pemimpin organisasi Islam dalam membangun budaya kerja autentik dan berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji penerapan Model Motivasi Kerja Islami (MMKI) dalam konteks budaya dan organisasi yang berbeda untuk menguji validitas dan adaptabilitasnya. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi dampak dimensi spiritual dalam MMKI terhadap retensi karyawan dan kinerja organisasi, khususnya dalam lingkungan kerja yang berbasis nilai religius. Terakhir, studi dapat membandingkan MMKI dengan teori motivasi non-Barat lainnya, seperti tradisi filosofis Asia atau pendekatan etika kerja lokal, untuk mengidentifikasi potensi integrasi konseptual dan pengayaan teoretis yang lebih luas.

Read online
File size781.97 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test