IISTRIISTR

BEIBEI

Integritas karya akademik merupakan aspek fundamental pendidikan tinggi, terutama di era digital di mana informasi mudah diakses. Studi ini mengeksplorasi implementasi kode etika dalam penulisan ilmiah dan perannya dalam mempertahankan kredibilitas akademik mahasiswa. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, diskusi kelompok fokus, dan analisis dokumen yang melibatkan mahasiswa dan dosen. Temuan menunjukkan tingkat pemahaman dan penerapan prinsip etika yang bervariasi di antara mahasiswa, dengan tantangan termasuk akses mudah ke informasi, ketergantungan pada alat digital, dan pelatihan etika yang terbatas. Studi ini menekankan pentingnya peran institusi dan pendidik dalam memupuk kesadaran etika melalui pendidikan yang berkelanjutan dan relevan secara kontekstual. Penelitian ini berkontribusi pada diskursus integritas akademik dengan menekankan kebutuhan pendekatan integratif untuk pendidikan etika yang beradaptasi dengan kompleksitas era digital.

Studi ini menyimpulkan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap kode etika penulisan ilmiah masih tidak merata, dengan banyak masih menghadapi kesulitan dalam konsisten menerapkan prinsip etika, terutama dalam konteks era digital.Temuan menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa secara umum sadar akan aturan etika dasar, kompetensi yang lebih dalam masih terbatas.Studi juga mengidentifikasi tantangan utama, seperti akses mudah ke informasi digital yang dapat mendorong plagiarisme, ketergantungan berlebihan pada alat teknologi tanpa pemahaman yang memadai, serta kesempatan terbatas untuk pelatihan praktis dan pendidikan etika kontekstual.Faktor-faktor ini secara kolektif menghambat implementasi efektif integritas akademik dalam praktik penulisan mahasiswa.Selain itu, peran institusi dan dosen sangat penting dalam memperkuat kesadaran etika melalui pendekatan pembelajaran yang berkelanjutan, interaktif, dan berbasis konteks.Mahasiswa yang memahami prinsip etika secara mendalam menunjukkan kesadaran yang lebih besar terhadap kredibilitas akademik sebagai fondasi penting untuk karier dan reputasi akademik mereka di masa depan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak penggunaan alat AI terhadap tingkat plagiarisme di kalangan mahasiswa, dengan membandingkan hasil antara pengguna dan non-pengguna alat tersebut. Selain itu, pengembangan modul pelatihan interaktif yang menggabungkan studi kasus nyata dan simulasi skenario etika bisa menjadi arah penelitian baru untuk meningkatkan pemahaman praktis mahasiswa tentang etika penulisan. Terakhir, penelitian dapat mengkaji efektivitas program peer review dalam meningkatkan kesadaran etika akademik melalui evaluasi kolaboratif antar mahasiswa, terutama dalam konteks penulisan ilmiah yang melibatkan kerja tim. Tiga arah ini menggabungkan inovasi teknologi, pendekatan pedagogis, dan mekanisme kolaboratif untuk memperkuat integritas akademik di era digital.

  1. MENGINTEGRASIKAN ETIKA KEILMUAN DALAM PENDIDIKAN: IMPLIKASI BAGI PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH MODERN... jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/JPDP/article/view/4317MENGINTEGRASIKAN ETIKA KEILMUAN DALAM PENDIDIKAN IMPLIKASI BAGI PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH MODERN jurnal stkippersada ac jurnal index php JPDP article view 4317
  2. ETIKA KEILMUAN DALAM PENELITIAN: MENJAGA INTEGRITAS AKADEMIK DI TENGAH GLOBALISASI DAN DIGITALISASI |... jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/JPDP/article/view/4187ETIKA KEILMUAN DALAM PENELITIAN MENJAGA INTEGRITAS AKADEMIK DI TENGAH GLOBALISASI DAN DIGITALISASI jurnal stkippersada ac jurnal index php JPDP article view 4187
Read online
File size426.28 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test