TRANSPUBLIKATRANSPUBLIKA

ROMEOROMEO

Pemahaman konseptual matematika merupakan kompetensi dasar dalam pendidikan matematika, khususnya dalam aljabar di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Banyak siswa mengalami kesulitan dalam konsep aljabar, yang dianggap terkait dengan modalitas belajar individu. Studi ini bertujuan menganalisis profil pemahaman konseptual matematika siswa kelas VII di SMPN 23 Mataram, dengan fokus pada konten aljabar dan memeriksa perbedaan di antara gaya belajar Visual, Auditori, dan Kinestetik (VAK). Desain penelitian kualitatif deskriptif digunakan dengan 30 siswa kelas VII yang dikategorikan menggunakan kuesioner VAK yang valid, dari mana tiga subjek representatif dipilih melalui sampling tujuan untuk analisis mendalam. Data dikumpulkan melalui Tes Pemahaman Konseptual (CUT) yang terdiri dari sepuluh soal esai yang selaras dengan lima indikator internasional, mencakup identifikasi konsep, klasifikasi, representasi, aplikasi, dan penalaran relasional, diikuti oleh wawancara klinis individual. Analisis mengikuti model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi metode untuk memastikan keandalan. Hasil menunjukkan tiga profil mendalam yang berbeda: pembelajar visual unggul dalam representasi grafis dan klasifikasi konsep tetapi kurang presisi dalam perhitungan numerik; pembelajar auditori menunjukkan definisi konsep verbal yang kuat dan pemahaman prosedural berurutan; dan pembelajar kinestetik menunjukkan pemahaman yang lebih baik melalui aktivitas manipulatif dibandingkan presentasi abstrak. Hasil ini mengonfirmasi bahwa gaya belajar VAK secara signifikan membentuk profil pemahaman konseptual matematika siswa, memberikan wawasan bermakna untuk penelitian pendidikan yang berorientasi kualitatif. Guru matematika seharusnya mengintegrasikan pendekatan instruksional multi-indra yang berbeda untuk menangani kebutuhan belajar yang beragam secara menyeluruh.

Studi ini meneliti profil pemahaman konseptual matematika dalam aljabar di antara siswa kelas VII di SMPN 23 Mataram melalui lensa gaya belajar VAK.Hasilnya menunjukkan tiga profil kognitif yang berbeda.pembelajar visual (46,67% dari sampel) unggul dalam representasi matematika dan klasifikasi konsep tetapi membutuhkan penguatan dalam akurasi perhitungan numerik.pembelajar auditori (30,00%) menunjukkan kemampuan articulasi konsep verbal yang superior dan urutan prosedural, tetapi lemah dalam visualisasi grafis dan representasi.pembelajar kinestetik (23,33%) memerlukan keterlibatan fisik dan aktivitas manipulatif untuk mencapai pemahaman bermakna, dan paling sulit dalam mengingat definisi abstrak.Temuan ini mengonfirmasi bahwa gaya belajar VAK menghasilkan profil pemahaman konseptual yang berbeda secara substansial, bukan hanya tingkat pencapaian global yang berbeda.Penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan menyediakan profil diagnostik tingkat indikator yang lebih dapat dioperasionalisasikan secara instruksional daripada perbandingan skor agregat.Secara teoretis, studi ini memperkuat argumen untuk model kognisi matematika yang peka terhadap gaya belajar.Secara praktis, studi ini memberikan dasar empiris untuk merancang instruksi matematika yang berbeda dan multi-indra dalam konteks SMP.Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, termasuk analisis mendalam hanya melibatkan tiga subjek representatif yang membatasi generalisasi statistik, serta penelitian dilakukan di satu sekolah dengan fokus pada satu topik matematika.Variabel lain yang mungkin memengaruhi pemahaman konseptual seperti motivasi belajar, kecerdasan majemuk, dan latar belakang sosioekonomi tidak dikontrol.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi ini dengan menggandakan ukuran sampel dan menggunakan desain campuran untuk meningkatkan generalisasi hasil. Selain itu, analisis VAK-pemahaman konseptual dapat diperluas ke domain matematika lain seperti geometri, statistik, dan teori bilangan. Terakhir, merancang dan mengevaluasi efektivitas model instruksional berdiferensiasi yang secara eksplisit didasarkan pada profil VAK untuk meningkatkan pemahaman konseptual aljabar menggunakan desain quasi-eksperimental atau penelitian tindakan kelas. Saran-saran ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman tentang dampak gaya belajar terhadap pembelajaran matematika, serta memberikan dasar untuk pengembangan strategi pengajaran yang lebih inklusif dan efektif.

  1. FACTOR ANALYSIS OF LEARNING DIFFICULTIES IN MATHEMATICS FOR GRADE 5 FRACTION CALCULATION MATERIAL | TRANSPUBLIKA... ojs.transpublika.com/index.php/TIRES/article/view/757FACTOR ANALYSIS OF LEARNING DIFFICULTIES IN MATHEMATICS FOR GRADE 5 FRACTION CALCULATION MATERIAL TRANSPUBLIKA ojs transpublika index php TIRES article view 757
  2. Evaluasi Peran Guru dalam Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kreatif Peserta didik dalam Menulis Puisi... jbasic.org/index.php/basicedu/article/view/3140Evaluasi Peran Guru dalam Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kreatif Peserta didik dalam Menulis Puisi jbasic index php basicedu article view 3140
  3. Pengaruh Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Literasi Matematis Siswa SMP Ditinjau Dari Gaya Belajar... j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/3937Pengaruh Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Literasi Matematis Siswa SMP Ditinjau Dari Gaya Belajar j cup index php cendekia article view 3937
  4. Development of Rainbow Mathematics Card in TGT Learning For Increasing Mathematics Communication Ability... doi.org/10.15294/kreano.v13i2.38068Development of Rainbow Mathematics Card in TGT Learning For Increasing Mathematics Communication Ability doi 10 15294 kreano v13i2 38068
  5. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/article/10.1007/s13394-013-0097-0Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer article 10 1007 s13394 013 0097 0
Read online
File size378.41 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test