UMSUMS

JRAMathEdu (Journal of Research and Advances in Mathematics Education)JRAMathEdu (Journal of Research and Advances in Mathematics Education)

Studi ini mengeksplorasi konsep simetri geometris yang tertanam dalam aktivitas ritual pernikahan Hindu. Pendekatan etnografi deskriptif berbasis komunitas digunakan di komunitas mayoritas Hindu di Pokhara, Distrik Kaski, dengan memanfaatkan pengalaman peserta lokal dan observasi langsung peneliti. Data dikumpulkan melalui observasi, catatan lapangan, foto, video, dan wawasan reflektif, kemudian dianalisis menggunakan proses reduksi data untuk menghasilkan tema-tema yang bermakna. Temuan menunjukkan bahwa ritual pernikahan Hindu menggabungkan beragam konsep dan sifat simetri, termasuk garis simetri vertikal dan horizontal, garis simetri tak hingga, serta simetri rotasi dan translasi. Bentuk-bentuk simetri ini sejalan dengan topik-topik kunci yang diajarkan dalam geometri sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ide-ide matematis, khususnya simetri geometris, muncul secara alami dari praktik budaya tradisional, mendukung pengajaran dan pembelajaran yang responsif budaya. Mengintegrasikan praktik ritual Hindu ke dalam pengajaran di kelas dapat meningkatkan pemahaman konseptual siswa dan guru melalui visualisasi dan kontekstualisasi, sekaligus menyediakan sumber belajar yang mudah diakses dan dirancang dengan baik. Selanjutnya, integrasi semacam itu mendorong kreativitas, pemikiran kritis, dan keterampilan kewirausahaan, berkontribusi pada pengalaman belajar yang menarik dan bermakna. Studi ini menyoroti hubungan kuat antara tradisi budaya dan konsep geometris formal, serta memiliki implikasi praktis bagi guru, siswa, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan strategi pengajaran berbasis konteks, reformasi kurikulum, dan program pengembangan profesional.

Studi etnografi ini menyimpulkan bahwa ritual pernikahan Hindu merupakan ruang matematis yang hidup, di mana simetri geometris berakar budaya, ditampilkan secara visual, dan dibagikan secara sosial melalui berbagai benda dan praktik seperti mandap, karangan bunga dubo, ornamen, dan instrumen upacara.Dalam praktik-praktik ini, simetri muncul bukan sebagai aturan geometris abstrak, melainkan sebagai ekspresi budaya bermakna yang dialami melalui objek nyata dan partisipasi kolektif, sehingga memperdalam pemahaman konseptual dan keterlibatan emosional siswa.Oleh karena itu, tradisi yang berlandaskan budaya ini menjadi lingkungan belajar yang kaya secara kognitif melalui proses etnomatematika dan etnomodel, mendukung pendidikan matematika yang relevan, bermakna, dan berkelanjutan secara budaya.

Mengingat bahwa studi ini secara spesifik berfokus pada ritual pernikahan Hindu Brahmana di satu wilayah dan terbatas pada konsep simetri, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan ini. Sebuah arah studi yang menarik adalah menyelidiki bagaimana konsep matematis, seperti simetri atau pola, termanifestasi dalam praktik budaya dan ritual dari komunitas non-Hindu atau kelompok etnis lain di Nepal maupun di luar Nepal. Pendekatan ini akan membantu memahami keragaman etnomatematika dan potensi penerapannya secara lebih luas, serta menguji apakah temuan simetri ini berlaku universal di berbagai konteks budaya. Selain itu, mengingat bahwa penelitian ini baru mengidentifikasi simetri, pertanyaan penelitian berikutnya dapat mengeksplorasi konsep matematika lain seperti aljabar, statistik, atau bahkan topologi yang mungkin tertanam dalam aspek-aspek lain dari tradisi budaya, baik dalam ritual, seni, maupun kerajinan tangan lokal. Investigasi semacam ini akan memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana matematika hidup dalam keseharian masyarakat dan membuka jalan bagi pengembangan kurikulum yang lebih komprehensif. Terakhir, untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, sangat penting untuk meneliti efektivitas model pelatihan profesional bagi para guru yang dirancang khusus untuk mengintegrasikan pendekatan etnomatematika dan etnomodel ke dalam pengajaran di kelas, serta mengevaluasi dampak jangka panjangnya terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa dari berbagai latar belakang budaya.

  1. What are Different Research Approaches? Comprehensive Review of Qualitative, Quantitative, and Mixed... journals.bilpubgroup.com/index.php/jmser/article/view/4538What are Different Research Approaches Comprehensive Review of Qualitative Quantitative and Mixed journals bilpubgroup index php jmser article view 4538
  2. Anthropological dimensions of modern educational culture: theoretical analysis | Journal of Contemporary... doi.org/10.59652/jcpas.v1i1.58Anthropological dimensions of modern educational culture theoretical analysis Journal of Contemporary doi 10 59652 jcpas v1i1 58
  3. Interacciones polisémicas de las etnomatemáticas como un programa: | LIVRO DIGITAL | Even3... publicacoes.even3.com.br/book/interacciones-polisemicas-de-las-etnomatematicas-como-un-programa-6100955Interacciones polisymicas de las etnomatemyticas como un programa LIVRO DIGITAL Even3 publicacoes even3 br book interacciones polisemicas de las etnomatematicas como un programa 6100955
  4. Mathematics Teaching Materials Based on the Ethnomathematics of Shiva Temple by Applying the "Tri-N"... journal.staihubbulwathan.id/index.php/alishlah/article/view/1180Mathematics Teaching Materials Based on the Ethnomathematics of Shiva Temple by Applying the Tri N journal staihubbulwathan index php alishlah article view 1180
  5. Eksplorasi etnomatematika pada Masjid Jami' Al-Baitul Amien Jember | Ethnomathematics Journal. eksplorasi... doi.org/10.21831/ej.v2i1.36329Eksplorasi etnomatematika pada Masjid Jami Al Baitul Amien Jember Ethnomathematics Journal eksplorasi doi 10 21831 ej v2i1 36329
Read online
File size660.24 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test