UIN ANTASARIUIN ANTASARI

Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu KeislamanAl-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman

Penelitian ini mengkaji pengembangan model filantropi Islam berbasis sistem bank sampah dalam konteks pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren. Meskipun penelitian-penelitian sebelumnya umumnya menempatkan bank sampah dalam kerangka pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi, perhatian terhadap potensinya sebagai mekanisme keuangan sosial Islam masih relatif terbatas. Penelitian ini berupaya mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis bagaimana aktivitas ekonomi yang berasal dari pengelolaan sampah dapat ditransformasikan menjadi praktik filantropi yang berorientasi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik dan dilaksanakan di Bank Sampah Tebuireng (BST), Jombang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen yang melibatkan pengelola bank sampah, pihak pesantren, peserta komunitas, serta para penerima manfaat. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola dan membangun model konseptual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa BST beroperasi melampaui fungsi konvensional sebagai sistem pengelolaan sampah dengan mengintegrasikan praktik ekonomi sirkular dan nilai-nilai pesantren, sehingga memungkinkan terjadinya transformasi nilai ekonomi menjadi nilai sosial. Hasil yang diperoleh dari aktivitas pengelolaan sampah dikelola secara kolektif dan secara implisit berfungsi sebagai bentuk sedekah produktif yang berkontribusi terhadap redistribusi sosial dan pemberdayaan masyarakat. Proses ini dimediasi oleh peran kelembagaan dan normatif pesantren yang memastikan kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Islam seperti amanah, keadilan, dan kemaslahatan umum. Penelitian ini mengusulkan sebuah model konseptual filantropi Islam yang berlandaskan kerangka ekonomi sirkular, di mana partisipasi masyarakat, penciptaan nilai ekonomi, dan redistribusi sosial saling terhubung dalam suatu siklus yang berkelanjutan. Studi ini memberikan kontribusi terhadap literatur dengan memperluas cakupan filantropi Islam dari instrumen-instrumen tradisional menuju praktik-praktik yang berbasis komunitas dan bersifat produktif. Selain itu, penelitian ini juga menawarkan wawasan praktis bagi pengembangan model pemberdayaan yang berkelanjutan dalam lembaga-lembaga sosial Islam.

This study shows that the Tebuireng Waste Bank (BST) serves not only as an instrument for environmental management and community economic empowerment, but also as an embryonic model of Islamic philanthropy based on the circular economy within the context of Islamic boarding schools.Through a process of value transformation—from waste as refuse to an economic resource, and subsequently to social value—the BST offers an alternative mechanism for the collection and utilization of community-based social funds.The main findings of this study confirm that integrating economic activities, pesantren values, and social practices produces a model of philanthropy that is productive, participatory, and sustainable.The role of the pesantren as a normative institution is key to maintaining a focus on the common good and ensuring that the process of benefit distribution remains within the framework of Islamic values.However, this model remains implicit and has not yet been fully formalized within the institutional system, particularly regarding the mechanisms for managing and accounting for social funds.

Based on the findings and analysis, the following suggestions for further research are proposed: First, conduct comparative studies across various pesantrens or other communities to test the consistency and adaptability of the waste bank-based Islamic philanthropy model in different contexts. Second, develop quantitative or mixed-method approaches to more specifically measure the economic and social impacts of this model, including the effectiveness of benefit distribution and the programs sustainability. Third, explore the integration of this model with other Islamic philanthropic instruments, such as zakat and productive waqf, to build a more comprehensive and innovative Islamic philanthropic ecosystem capable of addressing contemporary socioeconomic challenges.

  1. Model Political Distribution Pengelolaan Zakat Dan Implikasinya Terhadap Ekonomi Umat Di Era Pandemi... doi.org/10.33754/masadir.v3i01.672Model Political Distribution Pengelolaan Zakat Dan Implikasinya Terhadap Ekonomi Umat Di Era Pandemi doi 10 33754 masadir v3i01 672
  2. EMPOWERING FUTURES: Unveiling Zakat's Vital Role Economic Development and Legal Framework in Malaysia's... doi.org/10.18860/j.v16i1.31424EMPOWERING FUTURES Unveiling Zakats Vital Role Economic Development and Legal Framework in Malaysias doi 10 18860 j v16i1 31424
  3. Wakaf sebagai Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat | El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business... doi.org/10.15642/elqist.2019.9.2.143-163Wakaf sebagai Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat El Qist Journal of Islamic Economics and Business doi 10 15642 elqist 2019 9 2 143 163
  4. jurnal borneo administrator. waste management system case study bank toward circular economy maros regency... doi.org/10.24258/jba.v20i1.1206jurnal borneo administrator waste management system case study bank toward circular economy maros regency doi 10 24258 jba v20i1 1206
Read online
File size3.02 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test