UIN ANTASARIUIN ANTASARI

Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu KeislamanAl-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman

Artikel ini bertujuan untuk memetakan pemahaman mahasiswa terhadap hadis-hadis yang mengandung konten kontra-moderasi. Tiga aspek moderasi yang menjadi fokus dalam penelitian ini meliputi: komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan adaptasi terhadap budaya lokal. Fokus utama penelitian diarahkan pada tiga hal, yaitu pemahaman mahasiswa terhadap hadis, model pemahaman yang digunakan, dan tingkat literasi Islam mereka. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dari mahasiswa semester lima di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) melalui wawancara mendalam. Responden diminta untuk membaca dan memahami sejumlah hadis yang bernuansa anti-moderasi (beserta terjemahannya) yang telah disiapkan oleh peneliti. Peneliti kemudian menggali bagaimana mereka memahami makna dan konteks hadis-hadis tersebut. Data yang terkumpul kemudian diklasifikasikan dan dianalisis berdasarkan rumusan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pikir mahasiswa cenderung sangat moderat, dengan model pemahaman yang kontekstual, terutama terhadap hadis-hadis yang secara logika bertentangan dengan hukum negara. Sementara itu, terhadap hadis-hadis yang tidak bertentangan dengan nilai hukum nasional, mahasiswa cenderung menggunakan pendekatan tekstual. Namun, tingkat literasi Islam mahasiswa tergolong rendah, yang ditunjukkan dengan minimnya referensi kepustakaan dalam argumen yang mereka kemukakan. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan agar para pemangku kepentingan mengintegrasikan materi khusus tentang moderasi beragama ke dalam kurikulum pembelajaran mahasiswa.

Penelitian ini memetakan model interpretasi hadis di antara mahasiswa pendidikan Islam Indonesia, khususnya hadis yang dianggap bertentangan dengan prinsip-prinsip moderasi agama.Temuan menunjukkan bahwa kecenderungan interpretatif dominan di antara mahasiswa bersifat kontekstual, di mana hadis dipahami dalam kaitannya dengan realitas sosial kontemporer, nilai-nilai kewarganegaraan, dan kerangka nasional Indonesia yang pluralistik.Melalui pendekatan ini, mahasiswa berusaha untuk menyelaraskan ajaran agama dengan prinsip-prinsip kemanusiaan, toleransi, dan koeksistensi sosial.Namun, penelitian juga menemukan bahwa beberapa mahasiswa masih menunjukkan kecenderungan tekstualis selektif, terutama dalam masalah doktrinal dan terkait identitas, seperti hadis mengenai larangan meniru pengikut agama lain.Hal ini menunjukkan bahwa kerangka tekstualis tradisional masih mempertahankan pengaruhnya dalam beberapa diskusi teologis.Selain itu, beberapa peserta menunjukkan kesadaran intertekstual yang muncul dengan menghubungkan interpretasi hadis dengan prinsip-prinsip Al-Quran, pertimbangan etis, dan konteks sosial yang lebih luas.Pola ini mencerminkan perkembangan bentuk literasi agama yang lebih kritis dan reflektif di antara mahasiswa pendidikan Islam.Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan transisi yang berlangsung dari tekstualisme kaku menuju paradigma interpretatif yang lebih seimbang di mana penalaran kontekstual coexist dengan komitmen terhadap otoritas skriptural.Temuan ini lebih lanjut menunjukkan bahwa integrasi diskursus moderasi agama dan pendidikan kewarganegaraan dalam pendidikan tinggi Islam telah berkontribusi secara signifikan dalam membentuk model interpretasi hadis yang lebih adaptif, dialogis, dan responsif secara sosial di antara mahasiswa.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar institusi pendidikan tinggi Islam memperkuat pendekatan hermeneutika dan literasi kritis dalam pembelajaran hadis dengan mengintegrasikan analisis tekstual dengan refleksi etika sosial, interpretasi kontekstual, dan nilai-nilai kewarganegaraan. Pendekatan ini dapat mendorong mahasiswa untuk terlibat secara bertanggung jawab dan konstruktif dengan teks-teks agama dalam masyarakat pluralistik. Selain itu, studi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan literasi moderasi agama sebagai kompetensi lintas kurikulum dalam pendidikan agama Islam. Kolaborasi antara Kementerian Agama Indonesia, universitas Islam, dan inisiatif literasi digital dapat meningkatkan kapasitas interpretatif mahasiswa sambil memperkuat ketahanan terhadap eksklusivisme dan ekstremisme agama. Studi ini juga membuka peluang untuk eksplorasi akademik yang lebih luas di masa depan. Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi komparatif di berbagai universitas Islam di Indonesia atau menggunakan pendekatan metode campuran untuk secara statistik memeriksa kecenderungan interpretatif di antara mahasiswa. Studi lintas budaya juga diperlukan untuk menyelidiki bagaimana model interpretasi hadis moderat Indonesia dapat berkontribusi pada diskusi global tentang pedagogi Islam, literasi agama, dan moderasi dalam masyarakat Muslim kontemporer.

  1. Jurnal Lektur Keagamaan. moderate islamic religious education textbooks case study indonesian senior... doi.org/10.31291/jlka.v22i2.1273Jurnal Lektur Keagamaan moderate islamic religious education textbooks case study indonesian senior doi 10 31291 jlka v22i2 1273
  2. Pemahaman Hadis Isbāl Dalam Perspektif Sosiologis | AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis.... journal.iaincurup.ac.id/index.php/alquds/article/view/2187Pemahaman Hadis IsbyEAAl Dalam Perspektif Sosiologis AL QUDS Jurnal Studi Alquran dan Hadis journal iaincurup ac index php alquds article view 2187
  3. Digital-Based Literacy Analysis of Religious Moderation: Study on Public Higher Education Students |... ejournal.umm.ac.id/index.php/progresiva/article/view/20906Digital Based Literacy Analysis of Religious Moderation Study on Public Higher Education Students ejournal umm ac index php progresiva article view 20906
Read online
File size508.77 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test