UncenUncen

JURNAL BIOLOGI PAPUAJURNAL BIOLOGI PAPUA

Nibung (Oncosperma tigillarium (Jack) Ridl.) adalah tanaman yang menjadi maskot flora Riau dan melambangkan semangat persaudaraan dan persatuan di antara masyarakatnya. Penelitian tentang keragaman genetik sangat penting untuk konservasi spesies ini, dengan ekstraksi DNA sebagai langkah awal yang kritis. Penelitian ini membandingkan tiga jenis buffer: CTAB, deterjen surfaktan Alkyl Benzene Sulfonate (ABS), dan deterjen surfaktan Sodium Laureth Sulfate (SLS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi buffer alternatif untuk menggantikan CTAB dan menyederhanakan ekstraksi DNA genomik dari Nibung. Parameter yang diukur meliputi keberadaan DNA dan konsentrasi DNA, menggunakan elektroforesis dan spektrofotometer nanodrop. Hasilnya menunjukkan bahwa pita DNA genomik yang jelas berhasil diperoleh untuk 24 akses Nibung, dengan hanya dua akses, Nibung2s dan Nibung6s, yang menunjukkan pita buram saat menggunakan buffer deterjen SLS. Konsentrasi DNA genomik berkisar antara 526,2 hingga 3.829,2 ng/ยตl. Konsentrasi ini cocok untuk digunakan sebagai templat DNA dalam penelitian lebih lanjut. Dengan demikian, kedua buffer deterjen ABS dan SLS dapat dianggap sebagai alternatif yang layak untuk CTAB dalam mengekstraksi DNA genomik dari Nibung.

Penelitian ekstraksi DNA genomik 24 akses Nibung berhasil mendapatkan pita DNA yang jelas, hanya 2 akses yang smear yaitu akses Nibung 2s dan Nibung 6s yang menggunakan buffer Deterjen Surfaktan SLS.Konsentrasi DNA genomik yang diperoleh sebesar 526,2โ€“3.Hasil konsentrasi ini sudah dapat digunakan untuk sebagai template DNA pada penelitian selanjutnya.Dengan demikian penggunaan buffer deterjen ABS dan buffer deterjen SLS dapat digunakan sebagai pengganti buffer CTAB dalam ekstraksi DNA genom tanaman Nibung.

Berdasarkan hasil penelitian, kami merekomendasikan penggunaan buffer deterjen ABS sebagai alternatif yang efektif dan murah untuk ekstraksi DNA tanaman. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada optimasi metode ekstraksi DNA dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti suhu, lama inkubasi, dan kondisi daun. Selain itu, studi komparatif antara buffer CTAB dan buffer deterjen ABS dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi masing-masing buffer dalam ekstraksi DNA. Penelitian ini juga dapat dieksplorasi lebih lanjut dengan menguji buffer deterjen SLS pada tanaman dengan kandungan polisakarida tinggi, seperti Nibung dari Dumai dan Bengkalis, untuk menentukan efektivitasnya dalam melisiskan dinding sel dan mengekstraksi DNA.

Read online
File size365.87 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test