IBRAHIMYIBRAHIMY

Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu Perikanan

Abalon memiliki cita rasa yang khas, mengandung 71,99% protein; 3,2% lemak; 5,6% serat kasar; dan 0,6% air. Harga jual di pasar domestik berkisar antara Rp 250.000-Rp 600.000 per kg tergantung ukuran dan di pasar internasional berkisar antara USD 22-USD 66 per kg tergantung kualitas dan jenisnya. Kegiatan pembenihan dimulai dengan pemeliharaan induk sampai gonad matang. Induk ditempatkan di dalam peti plastik dengan kepadatan 40-50 ekor/unit dan diberi pakan makroalga. Gonad induk yang telah siap dipijahkan berkembang dan menutupi organ hepatopankreas lebih dari 50%, dan pemijahan dilakukan di wadah pemijahan. Pemeliharaan larva dilakukan di dalam wadah yang sebelumnya telah dikultur diatom bentik sebagai pakan larva. Abalon berukuran 1-2 cm dipanen dan dipindahkan ke wadah pemeliharaan benih. Pemeliharaan benih dilakukan selama 2-3 bulan dan menghasilkan benih abalon yang siap dijual dengan ukuran 3cm. Kegiatan pembenihan menghasilkan FR 60%, HR 85%, dan SR 0,1-1%. Pengemasan benih dilakukan melalui tiga tahap, yaitu kantong jaring dengan kerapatan 75-100 ekor/kantong, kantong plastik berisi 20 kantong jaring/kantong plastik, dan boks styrofoam berisi 1 plastik/boks styrofoam.

Induk abalon yang ditebar dalam studi ini diperoleh dari alam dan hasil budidaya.Induk abalon dari alam mempunyai kondisi prima dan selera makan tinggi namun memerlukan proses adaptasi yang lebih lama di lingkungan baru.Dalam pemeliharaannya, induk diberi pakan berupa rumput laut Gracillaria sp.Proses pemijahan abalon menggunakan teknik pemijahan secara alami dengan sistem massal dengan rasio pemijahan antara induk abalon jantan dan betina adalah 1.Dalam satu kali pemijahan, satu ekor induk dapat menghasilkan 400.000 butir telur dengan persentase induk yang mengeluarkan telur 8-10% dari jumlah induk yang memijah.Juvenil abalon yang telah berumur lebih dari 60 hari dipanen untuk dipelihara pada tahap berikutnya.Pemanenan benih dilakukan pada saat benih telah mencapai ukuran panjang cangkang 2-3 cm dengan masa pemeliharaan 2-3 bulan setelah penebaran juvenil.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan teknik pemilihan induk yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas telur dan daya tetas. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang penggunaan bahan pakan alternatif yang lebih murah namun tetap nutrisi tinggi untuk mendukung pertumbuhan larva. Terakhir, penelitian juga bisa mengkaji metode pengendalian hama dan penyakit secara alami, seperti penggunaan probiotik atau tanaman obat air, untuk mengurangi ketergantungan pada bahan kimia. Hal ini akan membantu mengurangi biaya produksi, meningkatkan keberlanjutan, dan menjaga kualitas benih abalon secara lebih efisien.

Read online
File size595.03 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test