UPGRISUPGRIS

EDUBIOPRENA : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, Biologi, & BioentrepreneurshipEDUBIOPRENA : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, Biologi, & Bioentrepreneurship

Selada (Lactuca sativa) merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Oleh karena itu budidaya selada memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Akan tetapi kondisi lahan pertandian di Indonesia yang terbatas mengharuskan memilih alternatif sistem budidaya yang efisien sehingga mampu tetap menjada hasil dan pertumbuhan tanaman selada. Sistem akuaponik merupakan sistem yang cukup menjanjikan. Selain mendapatkan hadil dari tanaman selada juga dapat memanfaatkan secara langsung limbah ikan yang dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh padat tebar ikan lele yang berbeda dalam sistem akuaponik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada. Hasil penelitian diharapkan bisa berkontribusi dalam pengembangan teknik budidaya tanaman selada. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan desain yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pada penelitian ini menggunakan tiga perlakuan dan tiga ulangan yaitu P1 (Padat tebar 100 ekor lele/36 tanaman selada), P2 (Padat tebar 150 ekor lele/36 tanaman selada), dan P3 (Padat tebar 200 ekor lele/36 tanaman selada. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan yang sangat nyata pada masing-masing perlakuan. Pertambahan jumlah, panjang, lebar dan bobot tertinggi selada ditunjukan pada perlakuan P3 (Padat tebar 200 ekor lele/36 tanaman selada) disusul perlakuan P2 (Padat tebar 150 ekor lele/36 tanaman selada) dan terendah pada perlakuan P1 (Padat tebar 100 ekor lele/36 tanaman selada) lele pada sistem aquaponik terhadap pertumbuhan tanaman Lactuca sativa.

Perlakuan padat tebar ikan lele yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada yang meliputi jumlah daun, panjang daun, lebar daun, dan bobot basah pada budidaya menggunakan sistem akuaponik.Pertumbuhan dan produksi tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 (200 ekor/kolam), diikuti P2 (150 ekor/kolam), sedangkan pertumbuhan dan produksi terendah terdapat pada perlakuan P1 (100 ekor/kolam).

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk mengukur parameter kualitas air dan dinamika nutrien secara berkala dan menghubungkan data tersebut dengan laju pertumbuhan tanaman. Hal ini akan membantu menentukan rasio biomassa ikan terhadap jumlah tanaman yang benar-benar optimum. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi peningkatan kepadatan ikan lele sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan nutrien internal dan produksi selada dalam sistem akuaponik, dengan mempertimbangkan kesehatan ikan, efisiensi pakan, penggunaan energi, dan stabilitas kualitas air.

  1. Growth of different strains of three fishes and water spinach ( Ipomoea reptans Poir) based aquaponic... Doi.Org/10.32491/Jii.V17i2.357Growth of different strains of three fishes and water spinach Ipomoea reptans Poir based aquaponic Doi Org 10 32491 Jii V17i2 357
Read online
File size461.06 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test