IBRAHIMYIBRAHIMY

Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu Perikanan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek sistem akuaponik terhadap normalisasi kualitas air budidaya lele organik, tingkat survival rate ikan lele serta pertumbuhan tanaman kangkung pada sistem akuaponik. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan padat tebar berbeda yaitu P1 (100 ekor/m2), P2 (250 ekor/m2), dan P3 (500 ekor/m2). Parameter yang diukur adalah kualitas air media budidaya ikan lele meliputi NH3, NO2, NO3, pH, dan oksigen terlarut, serta tingkat kelulushidupan ikan lele dan pertumbuhan tanaman kangkung (tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun). Hasil penelitian menunjukkan pemeliharaan ikan lele dengan sistem akuaponik dengan tanaman kangkung dapat menstabilkan kualitas air. Nilai kualitas air NH3 (0 – 0.1 ppm), NO2 (0 – 0.881 ppm), NO3 (0 – 1.443 ppm), pH (6 – 7.8), dan oksigen terlarut (4.5 – 6.2 ppm). Nilai survival rate P1 (95,2%), P2 (94,3%), P3 (89,6%). Pertumbuhan tanaman kangkung terbaik didapatkan pada perlakuan P3 yaitu tinggi tanaman 37,2 cm, lebar daun 2,5 cm, dan jumlah daun 24 helai. Hasil penelitian menunjukkan kualitas air relatif stabil. Semakin tinggi padat tebar semakin rendah tingkat survival rate ikan lele, di sisi lain semakin tinggi padat tebar semakin baik pertumbuhan tanaman kangkung.

Pemeliharaan ikan lele dengan sistem akuaponik bersama tanaman kangkung mampu menstabilkan kualitas air dengan parameter NH3, NO2, NO3, pH, dan DO berada dalam ambang batas yang sesuai untuk budidaya lele.Tingkat kelulushidupan tertinggi dicapai pada padat tebar 100 ekor/m2 sebesar 95,2%, menunjukkan bahwa padat tebar rendah lebih mendukung kelangsungan hidup ikan.Pertumbuhan tanaman kangkung paling optimal terjadi pada padat tebar tertinggi (500 ekor/m2) dengan rata-rata tinggi tanaman 37,2 cm, lebar daun 2,5 cm, dan jumlah daun 24 helai.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana perbedaan jenis tanaman sayuran selain kangkung, seperti sawi atau selada, menyerap nutrisi dari limbah ikan lele dalam sistem akuaponik, untuk mengetahui efisiensi fitoremediasi dan potensi produksi tanaman yang lebih luas. Kedua, penting untuk mengevaluasi efek perubahan rasio jumlah ikan terhadap luas media tanam dalam sistem akuaponik, guna menemukan kombinasi optimal yang dapat memaksimalkan pertumbuhan ikan dan tanaman sekaligus menjaga kualitas air secara berkelanjutan. Ketiga, diperlukan studi lanjutan mengenai dampak penggunaan probiotik dalam sistem akuaponik terhadap penguraian limbah organik, kesehatan ikan, dan produktivitas tanaman, untuk memahami bagaimana mikroorganisme dapat memperkuat efisiensi sistem secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini akan membantu mengembangkan sistem akuaponik yang lebih seimbang, efisien, dan layak secara ekonomi untuk diadopsi oleh petani skala kecil maupun komersial.

Read online
File size152.32 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test