UncenUncen

JURNAL BIOLOGI PAPUAJURNAL BIOLOGI PAPUA

Limbah organik, ditandai dengan kadar airnya yang tinggi dan dekomposisi yang cepat, menimbulkan tantangan lingkungan dan risiko penyakit jika tidak dikelola secara efektif. Salah satu solusi yang menjanjikan adalah mengonversi limbah organik menjadi kompos. Studi ini bertujuan untuk mengkuantifikasi timbulan limbah berdasarkan berat dan jenis serta mengeksplorasi pengomposan sebagai strategi pengelolaan alternatif di Desa Yuwanain, Distrik Arso, Kabupaten Keerom. Penelitian ini menggunakan metode termasuk pengambilan sampel limbah, pengukuran, dan analisis data, dengan area penelitian terfokus pada Desa Yuwanain. Selama delapan hari, 255,25 kg limbah dikumpulkan, terdiri dari 133,5 kg limbah organik dan 116,75 kg limbah anorganik. Pengolahan 133,5 kg limbah organik menghasilkan sekitar 20 kg kompos, mewakili 15% dari total berat limbah organik. Secara keseluruhan, konversi limbah organik menjadi kompos mengurangi timbulan limbah sebesar 53%. Potensi pengomposan ini menawarkan alternatif berkelanjutan untuk menghasilkan pupuk organik, yang dapat berkontribusi signifikan terhadap sistem pertanian di Keerom, Papua.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Kampung Yuwanain, Distrik Arso Kabupaten Keerom, dapat disimpulkan bahwa volume timbulan sampah di Kampung Yuwanain dengan tipe rumah non-permanen mencapai.Produksi timbulan sampah organik lebih tinggi (53%) dibandingkan dengan sampah an-organik.Sampah organik yang terkumpul selama 8 hari, jika diolah menjadi kompos mampu terbentuk pupuk organik seberat 20 kg yang setara dengan 15% dari berat sampah organik.Dengan demikian, disimpulkan bahwa dampak pengelolaan sampah organik menjadi kompos telah mengurangi timbulan sampah sebesar 53%.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai metode pengomposan terhadap kualitas kompos yang dihasilkan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti jenis bahan baku, rasio karbon-nitrogen, dan kondisi lingkungan. Hal ini penting untuk mengoptimalkan proses pengomposan dan menghasilkan kompos dengan kualitas terbaik untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Kedua, penelitian tentang analisis ekonomi dari pengelolaan sampah organik menjadi kompos di tingkat rumah tangga dan komunitas dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai potensi pendapatan dan manfaat ekonomi yang dapat diperoleh dari kegiatan ini. Informasi ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan partisipasi dalam pengelolaan sampah. Ketiga, penelitian mengenai dampak sosial dan budaya dari penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis kompos di masyarakat Keerom perlu dilakukan untuk memahami bagaimana kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran lingkungan, memperkuat solidaritas sosial, dan mendorong perubahan perilaku positif dalam pengelolaan sampah. Ketiga saran ini saling terkait dan dapat diintegrasikan dalam sebuah studi komprehensif untuk memberikan solusi yang holistik dan berkelanjutan terhadap permasalahan sampah organik di Kabupaten Keerom.

  1. Strategi Pengelolaan Timbulan Sampah Organik Melalui Konversi Produksi Kompos di Kabupaten Keerom Papua... doi.org/10.31957/jbp.4189Strategi Pengelolaan Timbulan Sampah Organik Melalui Konversi Produksi Kompos di Kabupaten Keerom Papua doi 10 31957 jbp 4189
Read online
File size249.27 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test