STIKESEUBSTIKESEUB

Jurnal Estu Utomo Health ScienceJurnal Estu Utomo Health Science

Latar Belakang: Pengetahuan ibu tentang manajemen laktasi akan berpengaruh pada keberhasilan ibu dalam pemberian ASI dan mengurangi masalah yang timbul. Seorang ibu yang memiliki pengetahuan yang baik tentang manajemen laktasi cenderung lebih sering memberikan ASI kepada bayinya. Sebaliknya, jika seorang ibu memiliki pengetahuan yang kurang tentang manajemen laktasi, maka kemungkinan ibu akan kesulitan dalam memberikan ASI yang cukup untuk bayinya.. . Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan manajemen laktasi dengan pemberian ASI pada ibu menyusui di Desa Kembangsari.. . Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan metode observasional analitik, pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 33 orang, pengambilan sampel menggunakan purposive Sampling. Instrument penelitian mengunakan kuesioner tingkat pengetahuan tentang manajemen laktasi dan pemberian ASI. Analisis bivariat menggunakan uji kendalls tau-b. Hasil: Tingkat pengetahuan tentang manajemen laktasi dalam tingkat cukup sebanyak 21 responden (63.6%), pemberian ASI dalam kategori cukup 24 responden (72.2%). Hasil uji kendalls tau b diperoleh nilai p value 0,001 (p < 0,05) artinya ada .

Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang manajemen laktasi, karena pengetahuan yang tinggi akan meningkatkan pemberian ASI.Dengan demikian, kualitas pemberian ASI pada ibu menyusui di Desa Kembangsari dapat ditingkatkan, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan bayi dan ibu.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain selain pengetahuan, seperti dukungan sosial dari keluarga dan tenaga kesehatan, yang berkontribusi terhadap praktik pemberian ASI yang optimal. Kedua, studi intervensi perlu dirancang untuk menguji efektivitas program edukasi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu tentang manajemen laktasi dan keterampilan menyusui. Program ini dapat melibatkan pendekatan individual, kelompok, atau melalui media sosial dan aplikasi seluler. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi ibu menyusui mengenai tantangan dan hambatan dalam pemberian ASI, serta strategi yang mereka gunakan untuk mengatasinya. Informasi ini dapat digunakan untuk mengembangkan intervensi yang lebih relevan dan efektif sesuai dengan kebutuhan ibu menyusui di masyarakat.

Read online
File size909.47 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test