UNJAUNJA

Limbago: Journal of Constitutional LawLimbago: Journal of Constitutional Law

Penelitian ini mengkaji ketidakteraturan hukum dalam perubahan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 mengenai Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba) dengan menggunakan sudut pandang teori Disorder of Law dari Charles Sampford. Latar belakang studi ini berakar dari pengaruh yang kuat dari politik dan ekonomi dalam proses legislasi yang menimbulkan ketidakpastian serta ketidakadilan dalam penerapan hukum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis intervensi politik dan ekonomi yang memengaruhi perubahan UU Minerba dan menjelaskan cara intervensi tersebut menyebabkan ketidakaturan hukum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif analitis melalui studi dokumen, analisis berita, dan wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa proses pembuatan undang-undang berjalan dengan sedikit transparansi, kurang partisipasi masyarakat, dan lebih mengedepankan kepentingan kelompok tertentu. Keadaan ini berimbas pada lemahnya perlindungan lingkungan dan kepastian hukum bagi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa revisi UU Minerba menunjukkan adanya ketidakaturan hukum yang bersifat sistemik serta merekomendasikan perlunya proses legislasi yang lebih terbuka, transparan, dan melibatkan masyarakat.

Revisi UU Minerba menunjukkan ketidakteraturan hukum yang bersifat sistemik akibat intervensi politik dan ekonomi.Proses legislasi yang tidak transparan dan kurang partisipasi publik mengurangi kepastian hukum dan merugikan lingkungan serta masyarakat.Diperlukan perbaikan sistem legislasi yang lebih inklusif dan berbasis keadilan sosial.

Pertama, penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak partisipasi publik dalam proses revisi undang-undang pertambangan untuk meningkatkan transparansi. Kedua, analisis peran kepentingan ekonomi dalam pembentukan kebijakan hukum pertambangan dapat menjadi fokus untuk memahami ketidakseimbangan kekuasaan. Ketiga, studi tentang efektivitas perlindungan lingkungan dalam UU Minerba yang direvisi diperlukan untuk mengukur kesesuaian regulasi dengan prinsip keberlanjutan. Saran-saran ini bertujuan mengembangkan pendekatan yang lebih demokratis dan berkelanjutan dalam pengaturan hukum sektor pertambangan.

  1. Vol. 9 No. 2 (2024): Al-Ijtima`i: International Journal of Government and Social Science | Al-Ijtima`i:... journal.ar-raniry.ac.id/index.php/jai/issue/view/272Vol 9 No 2 2024 Al Ijtima i International Journal of Government and Social Science Al Ijtima i journal ar raniry ac index php jai issue view 272
Read online
File size393.28 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test