URECOLURECOL

Urecol Journal. Part H: Social, Art, and HumanitiesUrecol Journal. Part H: Social, Art, and Humanities

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh konseling kelompok melalui pendekatan Solution Focused Brief Counseling (SFBC) untuk meningkatkan pengelolaan emosi remaja. Penelitian ini menggunakan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 8 remaja yang terdiri dari satu kelompok eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket pengelolaan emosi. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis parametrik Paired sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konseling kelompok melalui pendekatan Solution Focused Brief Counseling (SFBC) berpengaruh untuk meningkatkan pengelolaan emosi remaja. Hal ini dibuktikan dari hasil uji paired sample t-test dengan probabilitas nilai sig (2-tailed) 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, terdapat perbedaan skor rata-rata angket pengelolaan emosi 12,90% dari hasil pretest dan posttest. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok melalui pendekatan Solution Focused Brief Counseling (SFBC) berpengaruh untuk meningkatkan pengelolaan emosi remaja.

Teknik Solution Focused Brief Counseling (SFBC) efektif dalam meningkatkan pengelolaan emosi remaja.Hal ini didukung oleh adanya perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan.Perubahan positif juga terlihat dalam perilaku dan interaksi sosial remaja selama proses konseling kelompok.

Pertama, perlu dikaji efektivitas pendekatan Solution Focused Brief Counseling (SFBC) dalam konteks sekolah formal dibandingkan dengan lingkungan pondok pesantren, untuk melihat apakah hasilnya konsisten di berbagai setting pendidikan. Kedua, sebaiknya diteliti pengaruh variasi durasi dan frekuensi pertemuan konseling kelompok terhadap perkembangan pengelolaan emosi remaja, guna menentukan skema intervensi yang paling optimal. Ketiga, perlu dikembangkan studi lanjutan yang mengevaluasi dampak jangka panjang dari intervensi SFBC, termasuk stabilitas peningkatan pengelolaan emosi setelah program selesai, serta pengaruhnya terhadap perilaku akademik dan sosial remaja dalam jangka waktu enam bulan atau lebih setelah intervensi. Pemahaman mendalam terhadap ketiga aspek ini dapat memperkuat fondasi praktik konseling berbasis solusi di kalangan remaja dengan latar belakang berbeda dan mendukung penyusunan program kesehatan mental yang lebih efektif dan berkelanjutan.

  1. Konseling Kelompok Untuk Peningkatan Motivasi Belajar Dengan Pendekatan SFBC (Teknik Miracle Question)... ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor/article/view/15063Konseling Kelompok Untuk Peningkatan Motivasi Belajar Dengan Pendekatan SFBC Teknik Miracle Question ojs unpkediri ac index php efektor article view 15063
Read online
File size445.34 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test