UNHIUNHI

Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan KebudayaanDharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan

Naskah-naskah yang memuat filosofi dan etika kasulingihan sangat beragam, salah satunya adalah sasana Wrati. Teks wrati sasana merupakan ajaran yang memuat kaidah, ajaran etika dan pantangan dalam kehidupan spiritual Kasulinggihan yang dianut oleh Sulinggih. Sesuai dengan ajaran sasana Kasulinggihan, yang terkandung dalam wrati sasana memiliki konsep yang utuh. Penelitian ini berupaya untuk membahas ajaran Wrati Sasana bagi Sulinggih dalam kehidupan keagamaan Tri Sadaka di desa adat di Bali, serta implementasi ajaran Wrati Sasana oleh Sulinggih dalam kehidupan keagamaan Tri Sadaka di desa adat di Bali. Ketiga aspek tersebut kemudian diungkap melalui teori hermeneutika, teori fenomenologi, dan teori agama. Prosedur pengungkapan penelitian ini menggunakan teknik studi literatur, wawancara dan observasi. Dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa pentingnya ajaran wrati sasana dalam tatanan sasana Kasulinggihan di desa adat Bali Aga, Apanaga, dan Bali Anyar, digunakan sebagai pedoman moral, pedoman perilaku ritual dan pedoman pengendalian diri sulinggih Tri Sadaka dalam desa adat di Bali.

Penelitian ini menegaskan pentingnya ajaran Wrati Sasana sebagai pedoman bagi Sulinggih dalam menjalankan kehidupan keagamaan di Tri Sadaka, yang mencakup pedoman moral, ritual, dan pengendalian diri.Ajaran ini berperan krusial dalam menjaga keselarasan spiritual dan sosial di desa adat Bali Aga, Apanaga, dan Bali Anyar.Dengan demikian, pemahaman dan implementasi Wrati Sasana menjadi esensial bagi Sulinggih dalam membimbing masyarakat menuju kehidupan yang harmonis dan bermakna.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai adaptasi ajaran Wrati Sasana dalam konteks modern, khususnya bagaimana ajaran tersebut dapat diintegrasikan dalam praktik keagamaan generasi muda. Kedua, penting untuk mengeksplorasi perbandingan implementasi ajaran Wrati Sasana di berbagai daerah di Bali, dengan mempertimbangkan perbedaan budaya dan tradisi lokal. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada dampak implementasi ajaran Wrati Sasana terhadap kualitas hidup masyarakat di desa adat, termasuk aspek kesejahteraan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara ajaran Wrati Sasana dengan konsep-konsep spiritualitas Bali lainnya, seperti konsep Tri Hita Karana, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang sistem kepercayaan dan praktik keagamaan di Bali. Pengembangan penelitian mengenai peran Sulinggih sebagai agen perubahan sosial dalam masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan globalisasi, juga sangat relevan untuk dilakukan. Terakhir, diperlukan studi mendalam tentang bagaimana ajaran Wrati Sasana dapat menjadi landasan bagi pengembangan pariwisata spiritual yang berkelanjutan di Bali, yang tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga pada pelestarian budaya dan lingkungan hidup.

Read online
File size523.52 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test