STAIN KEPRISTAIN KEPRI

PERADAPERADA

Dalam kajian ini penulis akan membahas tiga topik yaitu silaturrahim, Idul Fitri dan tradisi halalbihalal. Berdasarkan beberapa gagasan tradisi halalbihalal setelah idul fitri merupakan tradisi besar yang menyenangkan, ceria dan mengembirakan. Merayakan hari raya idul fitri bersama keluarga besar merupakan sebuah tradisi yang turun temurun di Indonesia dan setelah hari raya tradisi halalbihalal merupakan moment yang tepat untuk silaturrahim dan saling meminta maaf terhadap berbagai agama sesama. Terkadang halalbihalal tidak hanya dilakukan agama Islam saja, misalnya dari sebuah perusahaan yang karyawanya berasal dari berbagai agama, maka ketika acara halalbihalal setelah idul fitri seluruh karyawan yang berbeda agama turut menghadiri. Dari sini terlihat bahwa halalbihalal memiliki dampak positif terhadap masyarakat.

Acara halalbihalal merupakan tradisi penting dalam mempererat tali silaturrahim antar umat Islam dan saling memaafkan.Meskipun tidak ada dalil khusus dalam syariat, hal ini sesuai dengan prinsip saling bermaafan yang dianjurkan dalam Al-Quran dan hadis.Penting untuk menjaga nilai-nilai kesucian dan menghindari praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam selama acara ini.

1. Penelitian tentang pengaruh tradisi halalbihalal terhadap penguatan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. 2. Analisis peran teknologi dalam memperluas jangkauan acara halalbihalal di era digital. 3. Studi tentang dampak psikologis proses maaf-memaafkan dalam konteks budaya lokal dan agama. Penelitian ini dapat mengembangkan wawasan baru tentang bagaimana tradisi ritual dapat menjadi sarana integrasi sosial yang berkelanjutan.

  1. HALAL BIHALAL DALAM PERSPEKTIF ADAT DAN SYARIAT | PERADA. halal bihalal perspektif adat syariat perada... doi.org/10.35961/perada.v2i1.29HALAL BIHALAL DALAM PERSPEKTIF ADAT DAN SYARIAT PERADA halal bihalal perspektif adat syariat perada doi 10 35961 perada v2i1 29
Read online
File size726.34 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test