UMUM

Jurnal Pendidikan Sejarah IndonesiaJurnal Pendidikan Sejarah Indonesia

Rendahnya minat belajar siswa terhadap mata pelajaran sejarah menjadi permasalahan yang masih sering ditemukan di tingkat sekolah menengah atas khsususnya di SMA Negeri 7 Palu. Pembelajaran sejarah kerap dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang monoton, berorientasi pada hafalan, dan kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Kondisi ini berdampak pada rendahnya partisipasi, keterlibatan, serta motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Perkembangan teknologi digital, khususnya AI, membuka peluang inovasi dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan AI dalam meningkatkan minat belajar sejarah siswa kelas X SMA Negeri 7 Palu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI mampu meningkatkan ketertarikan, keaktifan, dan partisipasi siswa dalam pembelajaran sejarah. AI membantu menyajikan materi secara lebih ringkas, variatif, dan mudah dipahami sehingga mendorong siswa untuk lebih aktif berdiskusi dan mengeksplorasi materi. Peran guru tetap penting sebagai fasilitator yang mengarahkan penggunaan AI agar selaras dengan tujuan pembelajaran dan etika akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi AI secara terarah dan pedagogis berkontribusi positif dalam meningkatkan minat belajar sejarah siswa.

Pemanfaatan AI dalam pembelajaran sejarah di kelas X SMA Negeri 7 Palu menunjukkan bahwa integrasi teknologi secara terarah mampu meningkatkan minat belajar siswa melalui penyajian materi yang lebih interaktif, adaptif, dan mudah dipahami.AI tidak hanya membantu siswa dalam mengakses informasi secara cepat dan beragam, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif, rasa ingin tahu, serta keberanian dalam berdiskusi dan mengemukakan pendapat.Keberhasilan implementasinya tetap bergantung pada peran guru sebagai fasilitator, kesiapan infrastruktur, serta penerapan etika penggunaan teknologi yang jelas.

Pertama, penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang penggunaan AI terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam konteks pembelajaran sejarah. Kedua, perlu dilakukan studi perbandingan antarplatform AI (seperti ChatGPT, Gemini, dan Perplexity AI) untuk mengevaluasi efektivitas masing-masing dalam meningkatkan pemahaman sejarah. Ketiga, penelitian dapat fokus pada pengembangan modul pelatihan guru tentang integrasi AI dalam pembelajaran sejarah, terutama dalam mengatasi tantangan infrastruktur dan literasi digital. Dengan pendekatan ini, diharapkan pembelajaran sejarah dapat lebih inklusif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi digital.

  1. EDUKASI SEJARAH 4.0: PENGGUNAAN TEKNOLOGI AI DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH | KARMAWIBANGGA Historical Studies... doi.org/10.31316/fkip.vi.6613EDUKASI SEJARAH 4 0 PENGGUNAAN TEKNOLOGI AI DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KARMAWIBANGGA Historical Studies doi 10 31316 fkip vi 6613
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s44217-024-00132-8Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s44217 024 00132 8
Read online
File size432.94 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test