UMUM

Jurnal Pendidikan Sejarah IndonesiaJurnal Pendidikan Sejarah Indonesia

Konsekuensi atas pelaksanaan politik etis di Indonesia adalah lahirnya kaum intelektual yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Java Instituut menjadi salah satu bukti majunya ilmu pengetahuan di masa kolonial Hindia-Belanda. Lembaga ini menyimbolkan adanya harmonisasi intelektual antara golongan kolonial dan lokal pada orientasi pemajuan kebudayaan Jawa. Tulisan ini bertujuan untuk mengupayakan adanya pembahasan yang mendalam tentang Java Instituut dengan menggunakan pendekatan sejarah. Selain itu, tulisan ini akan memberikan penjabaran kaitannya upaya Java Instituut dalam pemajuan kebudayaan Jawa serta peran tokoh lokal di dalamnya. Dengan demikian, metode sejarah yang meliputi tahapan pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi dirasa sesuai untuk mencapai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan Java Instituut merupakan lembaga yang diusulkan oleh Mangkunegara VII yang kemudian disahkan oleh pemerintah kolonial berkat menjadi mosi di dalam Kongres Kebudayaan Jawa I tahun 1918. Upaya Java Instituut di dalam memajukan kebudayaan Jawa dilakukan melalui beberapa kegiatan seperti kongres kebudayaan, lomba karya tulis, kongres bahasa, penerbitan majalah dan surat kabar serta pendirian sekolah dan fasilitas budaya. Di dalam Java Instituut, tokoh intelektual lokal diberikan kesempatan yang besar dalam pemajuan kebudayaan, baik sebagai pengkaji maupun penggiat budaya.

Java Instituut merupakan lembaga ilmiah yang diprakarsai oleh Adipati Mangkunegara VII.Pada awalnya, berupa kumpulan dengan nama Komite Pengembangan Budaya Jawa.Komite ini menggelar sebuah kongres yang disebut sebagai Kongres Kebudayaan Jawa I (1918).Kongres I ini menjadi dasar munculnya gagasan pembentukan Java Instituut yang kemudian disetujui oleh anggota kongres.Java Instituut baru mendapatkan pengesahan oleh pemerintah Hindia-Belanda pada Desember 1919 melalui AD/ART no 75 tahun 1919.Dengan demikian, Java Instituut sebagai lembaga ilmiah resmi di bawah pemerintah pusat di Batavia.Di dalam memajukan kebudayaan Jawa, Java Instituut melakukan berbagai program seperti kongres kebudayaan hingga 6 kali, penelitian dan penerbitan objek budaya Jawa, penyelenggaraan kesenian berupa wayang wong, penerbitan majalah Djawa dan Poesaka, pendirian sekolah Kunst Ambachtstsschool dan Museum Sonobudoyo serta membuat forum-forum ilmiah.Peranan tokoh lokal di dalam Java Instituut begitu besar.Beberapa tokoh seperti Mangkunegara VII, Hoesain Djajadiningrat, Sastrowidjojo, Cipto Mangunkusumo, Radjiman dan anggota peserta biasa di dalam kongres maupun majalah menunjukkan jika birokrasi Java Instituut tidak memandang rasial.Hal ini ditunjukkan dari posisi masyarakat lokal yang setara dengan anggota orientalis Belanda.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak jangka panjang Java Instituut terhadap kebijakan budaya modern di Jawa, khususnya dalam konteks integrasi antara tradisi dan modernitas. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran intelektual perempuan dalam lembaga tersebut, yang sering kali terabaikan dalam narasi sejarah. Terakhir, studi tentang pengaruh Java Instituut terhadap pendidikan formal di Jawa pada masa kini dapat memberikan wawasan baru tentang warisan institusi ini dalam konteks pembentukan identitas budaya lokal.

  1. POLITIK ETIS DAN PENGARUHNYA BAGI LAHIRNYA PERGERAKAN BANGSA INDONESIA | HISTORIA: Jurnal Program Studi... doi.org/10.24127/hj.v6i2.1531POLITIK ETIS DAN PENGARUHNYA BAGI LAHIRNYA PERGERAKAN BANGSA INDONESIA HISTORIA Jurnal Program Studi doi 10 24127 hj v6i2 1531
  2. PENDIDIKAN PADA MASA PEMERINTAH KOLONIAL DI HINDIA BELANDA TAHUN 1900-1930 | Afandi | Jurnal Artefak.... jurnal.unigal.ac.id/index.php/artefak/article/view/3038PENDIDIKAN PADA MASA PEMERINTAH KOLONIAL DI HINDIA BELANDA TAHUN 1900 1930 Afandi Jurnal Artefak jurnal unigal ac index php artefak article view 3038
  3. PERKEMBANGAN DAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN DI ZAMAN KOLONIAL BELANDA DI INDONESIA ABAD 19-20 | Sultani |... jurnal.unigal.ac.id/index.php/artefak/article/view/3518PERKEMBANGAN DAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN DI ZAMAN KOLONIAL BELANDA DI INDONESIA ABAD 19 20 Sultani jurnal unigal ac index php artefak article view 3518
  4. POLITIK HUKUM PERLINDUNGAN CAGAR BUDAYA DI INDONESIA | Dialogia Iuridica. politik perlindungan cagar... doi.org/10.28932/di.v10i1.1034POLITIK HUKUM PERLINDUNGAN CAGAR BUDAYA DI INDONESIA Dialogia Iuridica politik perlindungan cagar doi 10 28932 di v10i1 1034
Read online
File size513.9 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test