MJIPUBLISHERMJIPUBLISHER

Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan TeknologiMitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan hasil belajar matematika peserta didik Madrasah Aliyah (MA) selama pembelajaran daring dan tatap muka pada materi Dimensi Tiga. Data diperoleh dari nilai peserta didik selama tiga tahun (2021-2023). Tahun 2021 merepresentasikan masa pembelajaran daring penuh, sedangkan tahun 2022 dan 2023 mencerminkan transisi dan penerapan pembelajaran tatap muka. Analisis data mencakup nilai tertinggi, nilai terendah, rata-rata, median, modus, dan standar deviasi. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai tertinggi tercatat pada tahun 2022 (75,46), sedangkan nilai terendah pada tahun 2021 (16). Standar deviasi tertinggi terjadi pada tahun 2023 (22,00), mengindikasikan variasi hasil belajar yang lebih besar dibandingkan tahun lainnya. Modus tertinggi tercatat pada tahun 2023 (93,33), menunjukkan peningkatan jumlah siswa yang memperoleh nilai optimal. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran tatap muka memberikan hasil belajar yang lebih stabil dan cenderung lebih tinggi dibandingkan pembelajaran daring. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan strategi pembelajaran yang adaptif di masa depan, khususnya dalam konteks pembelajaran matematika.

Berdasarkan hasil analisis nilai matematika peserta didik MA selama tiga tahun (2021–2023), dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tatap muka memberikan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan pembelajaran daring.Rata-rata nilai, median, dan modus mengalami peningkatan setelah transisi dari pembelajaran daring ke tatap muka, yang menunjukkan bahwa interaksi langsung antara guru dan siswa serta metode pengajaran yang lebih variatif berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman materi.Namun, lonjakan standar deviasi pada tahun 2023 mengindikasikan adanya variasi hasil belajar yang lebih besar, yang menunjukkan bahwa tidak semua siswa mengalami peningkatan yang merata.Beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam beradaptasi setelah transisi dari pembelajaran daring ke tatap muka.Oleh karena itu, pemerataan pemahaman tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi.Temuan ini menggarisbawahi pentingnya strategi pembelajaran yang lebih adaptif dan fleksibel guna memastikan bahwa semua siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal.Pendekatan blended learning, penguatan remedial, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tatap muka dapat menjadi solusi dalam menjembatani kesenjangan pemahaman siswa.Dengan strategi yang lebih inklusif, sistem pendidikan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan siswa di berbagai kondisi pembelajaran.Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa meskipun pembelajaran tatap muka lebih efektif dalam meningkatkan capaian akademik, perlu ada inovasi dalam metode pembelajaran agar seluruh siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang.

1. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi pembelajaran yang adaptif dan inklusif, terutama dalam konteks pembelajaran matematika. Strategi ini dapat mencakup pendekatan blended learning, penguatan remedial, dan pemanfaatan teknologi untuk menjembatani kesenjangan pemahaman siswa. 2. Selain itu, studi mendatang dapat mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran tatap muka, seperti interaksi guru-siswa, metode pengajaran, dan penggunaan media pembelajaran fisik. 3. Dengan mempertimbangkan temuan ini, penelitian selanjutnya dapat mengusulkan inovasi metode pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan siswa, terutama dalam menghadapi tantangan global yang memengaruhi proses pendidikan.

Read online
File size196.01 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test