MJIPUBLISHERMJIPUBLISHER

Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan TeknologiMitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi

Kesulitan mengembangkan menulis teks cerpen di antaranya menemukan ide, mendeskripsikan karakter, setting cerita, mengembangkan peristiwa, dan kesulitan membangun dialog dalam cerita. Salah satu solusi yang dapat mengatasi siswa agar mudah dalam menulis cerpen adalah menyediakan materi ajar menulis cerpen yang mudah dipahami dan dapat dipraktikkan siswa. Materi ajar yang memudahkan siswa dalam menulis cerpen salah satunya adalah strategi webbing (jaring-jaring). Penelitian ini menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) sebagai metode penelitian untuk mengembangkan materi ajar menulis cerpen dengan strategi webbing. Dalam model ADDIE, pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan angket pada tahap analisis untuk memahami kebutuhan guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen menjadi salah satu materi yang sulit dipahami siswa dan materi ajar cerpen yang digunakan saat ini belum sepenuhnya berdasarkan kebutuhan dan karakteristik siswa. Untuk memenuhi kebutuhan guru dan siswa, perlu dikembangkan materi ajar menggunakan strategi webbing sebagai alternatif materi ajar. Strategi webbing membantu siswa melakukan brainstorming ide secara cepat dengan mengorganisasikan kata atau frasa secara visual dalam bentuk gambar/skema. Strategi ini menyajikan instruksi, latihan, dan desain yang menarik sehingga lebih mudah dipahami oleh guru dan siswa.

Penerapan strategi webbing dalam materi ajar menulis cerpen terbukti efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap struktur dan isi cerpen, sebagaimana didukung oleh hasil angket guru dan siswa.Strategi ini memungkinkan siswa mengorganisasikan ide secara sistematis, relevan dengan Kurikulum Merdeka, serta inovatif meski memerlukan penyempurnaan pada desain dan kesesuaian karakteristik siswa.Keberhasilan ini membuka peluang pengembangan materi ajar lebih lanjut dan adaptasi strategi webbing pada topik pembelajaran lain.

Melihat potensi besar strategi webbing dalam meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi jangka panjang guna memahami seberapa jauh strategi webbing ini dapat mempertahankan efektivitasnya dalam memupuk keterampilan menulis siswa, serta dampak jangka panjangnya terhadap minat dan kepercayaan diri siswa dalam menulis setelah mereka tidak lagi secara aktif menggunakan materi ajar ini di kelas. Penelitian semacam ini dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai keberlanjutan manfaat strategi webbing. Kedua, mempertimbangkan bahwa setiap siswa memiliki gaya belajar yang unik, penelitian selanjutnya bisa meninjau bagaimana strategi webbing dapat disesuaikan atau dikombinasikan dengan metode pembelajaran lain, seperti pembelajaran berbasis proyek atau penggunaan alat digital interaktif, untuk mengakomodasi beragam karakteristik siswa dan meningkatkan pengalaman belajar mereka secara lebih personal dan efektif. Hal ini juga bisa mencakup studi perbandingan antara strategi webbing murni dengan pendekatan campuran. Ketiga, untuk lebih memperkaya khazanah pendidikan, penting juga untuk menguji penerapan strategi webbing pada jenis tulisan atau mata pelajaran lain di luar cerpen. Misalnya, bagaimana strategi ini bekerja dalam membantu siswa menyusun esai argumentatif, naskah pidato, atau bahkan dalam mata pelajaran sains untuk mengorganisasikan konsep yang kompleks. Dengan demikian, kita dapat memahami batasan dan potensi penuh strategi webbing sebagai alat bantu pembelajaran yang serbaguna.

Read online
File size210.85 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test