UIN SUKAUIN SUKA

Al-Bidayah : Jurnal Pendidikan Dasar IslamAl-Bidayah : Jurnal Pendidikan Dasar Islam

Pendidikan inklusi telah dilakukan di Indonesia sejak diundangkannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Evaluasi implementasi pendidikan inklusi menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam melaksanakan kelas inklusi masih berada pada tingkat yang rendah, padahal guru merupakan salah satu pilar dalam pendidikan. Guru merasa kesulitan dalam memfasilitasi anak dengan kebutuhan khusus, sehingga mempengaruhi kesejahteraan subjektifnya. Kementerian Pendidikan telah menyelenggarakan pelatihan teknis tentang pendidikan inklusi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pelatihan tersebut hanya fokus pada teori, regulasi, dan implementasi teknis, sehingga tidak ada sesi yang memfasilitasi domain afeksi guru. Terapi Cinta Empati adalah serangkaian terapi dengan pendekatan transpersonal untuk mengenali diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Terapi Cinta Empati dalam meningkatkan kesejahteraan subjektif dan kesiapan guru di lingkungan sekolah inklusi. Instrumen penelitian untuk mengumpulkan data menggunakan skala kesejahteraan subjektif dan skala kesiapan guru. Subjek dalam penelitian ini adalah sepuluh guru pendamping dari Forum Sekolah Inklusi Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terapi Cinta Empati bermanfaat dalam meningkatkan kesejahteraan subjektif guru, tetapi tidak cukup untuk meningkatkan kesiapan guru dalam melaksanakan kelas inklusi. Deskripsi hasil ini dijelaskan dalam bab diskusi.

Dari hasil analisis data manipulasi, dapat diketahui bahwa seluruh subjek penelitian menunjukkan peningkatan skor pada setiap aspek cinta empati dari hari pertama hingga hari ketujuh.Skor bergerak dari 5,99 hingga 8,64 dengan tren puncak pada hari keempat (sesi I Love Myself) dan kemudian stabil kembali pada hari kelima hingga hari ketujuh dengan skor rata-rata 7,24.Hasil analisis data manipulasi menunjukkan bahwa subjek penelitian telah berada dalam kondisi cinta empati (cinta empati telah tercapai).Hasil dari analisis data manipulasi ini didukung dan diperkuat dengan catatan lapangan dan analisis deskriptif.Catatan lapangan menunjukkan bahwa subjek penelitian memiliki komitmen tinggi yang mendukung proses pencapaian cinta empati.Selain itu, analisis deskriptif juga menunjukkan bahwa subjek penelitian dapat mencapai I sehingga pencapaian ini dapat digunakan untuk mencintai orang lain.Hasil dari tiga analisis ini selaras dengan hasil pengujian hipotesis, yang menunjukkan bahwa teori cinta empati signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan subjektif meskipun tidak signifikan dalam meningkatkan kesiapan guru di sekolah inklusi.Hasil pengujian hipotesis ini dibahas sebagai berikut.Berdasarkan hasil analisis kuantitatif, dapat diketahui bahwa terapi cinta empati efektif dalam meningkatkan kesejahteraan subjektif.Penilaian individu terhadap afek dalam diri sendiri dan evaluasi kognitif terhadap kepuasan hidup difasilitasi setelah individu mencapai cinta empati.Cinta empati adalah kondisi di mana seseorang dapat memahami dan mulai mengembangkan cinta terhadap kepribadiannya.Seseorang dapat menerima dan mencintai bahkan bertanggung jawab atas kesehatan dan pertumbuhan pribadi dalam setiap pengalaman hidupnya.Seseorang akan memiliki kemampuan untuk memiliki cinta tanpa syarat dalam semua aspek kepribadiannya.Orang itu tidak akan berpihak tetapi akan memahami dan menghormati setiap bagian dari dirinya.Pemulihan dan pertumbuhan luar biasa yang muncul karena cinta empati adalah I sebagai kepribadian utuh sehingga membentuk I live, penuh cinta dan memberi diri sendiri.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar guru di sekolah inklusi dapat berbagi pengalaman cinta empati dengan guru pendamping lainnya. Guru pendamping yang telah mengikuti terapi cinta empati dapat menyampaikan pengalaman mereka kepada guru pendamping lainnya. Guru pendamping lainnya dapat belajar bagaimana penerimaan dan cinta diri dapat membantu mereka mencintai orang lain, terutama anak dengan kebutuhan khusus. Selain itu, disarankan agar Dinas Pendidikan Yogyakarta dapat melakukan terapi cinta empati untuk kelompok guru yang lebih luas. Kondisi cinta empati dapat memberikan efek positif dan kosmos bagi anak-anak dan guru lainnya di sekolah inklusi. Terakhir, disarankan agar peneliti selanjutnya dapat mengembangkan data deskriptif yang diperoleh dari penelitian ini sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya. Hasil penelitian selanjutnya dapat disajikan kepada peneliti dan tim penelitian terapi cinta empati agar dapat terus mengembangkan Modul Terapi Cinta Empati dan diskusi psikologi transpersonal untuk mencapai jiwa yang sehat dan penuh cinta.

Read online
File size919.39 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test